Tersangka Korupsi Dana Proyek Taman Kota Maluku Ditangkap di Jakarta

Antara, · Minggu 05 September 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 05 337 2466433 tersangka-korupsi-dana-proyek-taman-kota-maluku-ditangkap-di-jakarta-HU04pIegKi.jpg Foto: Antara

JAKARTA – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menangkap tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana proyek pembuatan taman kota dan pelataran parkir pada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

(Baca juga: Saat Air Mata Bung Karno Tumpah Usai Teken Hukuman Mati untuk Sahabatnya)

"Tersangka berinisial HH alias Hartanto (58) ini diringkus tim Tabur di Jalan H Suaib I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat sejak tanggal 3 September 2021 dan hari ini dibawa ke Ambon," kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku Wahyudi Kareba, di Ambon, Minggu (5/9/2021).

(Baca juga: Salut! Jenderal Andika Izinkan 2 Perwira yang Terkena Stroke dan Sulit Berjalan Ikuti Seskoad)

Sekadar diketahui, Hartono merupakan Komisaris PT Inti Artha Nusantara ini ditangkap setelah berulang kali dipanggil jaksa penyidik Kejati Maluku guna diperiksa sebagai tersangka.

Dijelaskan Wahyudi, tersangka selalu menggunakan berbagai dalih dalam menghindari panggilan jaksa, seperti alasan mencari penasihat hukum hingga terpapar Covid-19.

Sejak awal Kejati Maluku sudah mengetahui tempat tinggal tersangka, yakni di Jalan Kendang Sari YKP 2/6 RT 001 Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya (Jatim), dan satu alamat lagi di Jakarta.

Dalam kasus bernilai Rp4,5 miliar, bos PT IAN itu ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga tersangka yang saat ini mendekam di Rutan Kelas II Ambon, yaitu Kepala Dinas PUPR KKT Andrianus Sihasale, Wilma Fenanlampir selaku PPTK, dan Frans Yulianus Pelamonia selaku pengawas.

Proyek Taman Kota di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu menggunakan sumber anggaran dari APBD Kepulauan Tanimbar Tahun Anggaran 2017.

Berdasarkan hasil audit BPKP RI Perwakilan Provinsi Maluku, akibat perbuatan para terdakwa, negara mengalami kerugian hingga Rp1,38 milliar.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini