Menko PMK: Orang yang Lapar Isi Dakwahnya Penuh Kemarahan!

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 05 September 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 05 337 2466335 menko-pmk-orang-yang-lapar-isi-dakwahnya-penuh-kemarahan-LfHZi1lcfo.jpg source: Instagram

JAKARTA Pendakwah atau dai memiliki berbagai macam tantangan. Salah satunya yaitu berperang melawan konflik di dunia maya atau internet. Hal ini seiring berkembangnya teknologi informasi (IT).

(Baca juga: Saat Air Mata Bung Karno Tumpah Usai Teken Hukuman Mati untuk Sahabatnya)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, para dai memiliki peranan penting dalam mewujudkan perdamaian bangsa. Namun dia meminta, para dai harus proaktif terhadap perubahan yang terjadi termasuk dalam konsep berdakwah.

"Seiring perkembangan iptek terutama teknologi informasi, medan dakwah kita semakin kompleks dan terjal. Tentu saja banyak piranti atau bekal yang diperlukan, salah satu yang harus dikuasai oleh mubaligh era sekarang adalah penguasaan dalam bidang IT," ujarnya saat menjadi narasumber Peluncuran 1.000 Dai Agen Perdamaian Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur secara virtual, Minggu (5/9/2021).

(Baca juga: Jenderal Andika Kabulkan Impian Hutasoit, Jadi Kolonel Jelang Pensiun)

Menko PMK menjelaskan, bahwa medan dakwah yang sekarang ini tidak kalah rumit yang harus dihadapi oleh para dai adalah medan virtual atau dunia maya. Menurutnya, yang namanya konflik saat ini lebih bersifat asimetris.

"Sekarang untuk berkonflik bukan lagi menghitung kekuatan-kekuatan yang sifatnya fisikal tetapi justru kekuatan-kekuatan yang berbasis pengetahuan, berbasis teknologi terutama teknologi IT. Dengan fenomena industri 4.0, itu mutlak harus dikuasai oleh pada dai-dai Muhammadiyah," cetusnya dalam acara virtual itu.

Ia mengutarakan, piranti IT yang harus dikuasai oleh para dai antara lain tentang virtual reality, kemampuan memperagakan reality dan mengoperasikan internet, serta harus mampu memproduksi konten-konten di berbagai platform media sosial dan media online.

Terlebih, kata Menko PMK, yang harus dipahami ialah banyaknya musuh-musuh yang harus diperangi dalam mewujudkan perdamaian melalui dunia maya. Lawan yang paling berbahaya misalnya seperti ujaran kebencian, hasutan, hingga caci maki, dan pembunuhan karakter.

"Hal-hal inilah yang tentu saja harus dimiliki oleh semua dai, bukan hanya dai Muhammadiyah khususnya dai yang akan fokus pada dakwah perdamaian," tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Namun di samping itu, imbuhnya, para dai juga harus memiliki karakter seperti rendah hati, tidak meladeni orang-orang jahil yang dapat membunuh karakter terutama dengan fenomena media sosial yang sangat ganas.

Muhadjir mengutip surat al-Furqon ayat 63 yang artinya ‘’Hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang yang bodoh mengejek, mereka menjawab dengan salam.’’

Oleh karena itu, Muhadjir mengajak penguatan spiritual dengan bermunajat di malam hari untuk mendapatkan kekuatan dari Allah Ta’ala.

"Yang terakhir yaitu berinfak. Tapi sebelum itu, saya minta dai-dai Muhammadiyah harus menguasai berbagai macam bisnis. Jadilah dai Muhammadiyah yang memiliki usaha-usaha mandiri yang sekarang sudah berkembang sedemikian rupa untuk menjadi start up yang bisa digunakan untuk menjadi sumber penghasilan," tandasnya.

Di akhir paparannya, dia menyampaikan pepatah Yunani, “Primum manducare, diende philosophari”. Artinya kenyangi perut dulu baru berpikir, kenyangi dulu perutmu baru berdakwah. “Jangan sampai berdakwah dalam keadaan lapar. Karena orang yang lapar isi dakwahnya akan penuh dengan kemarahan,’’ pesan Menko PMK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini