Share

Ketika Raja Jayabaya Kuasai Bandar Dagang Terbesar Kedua di Nusantara

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 05 September 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 337 2466282 ketika-raja-jayabaya-kuasai-bandar-dagang-terbesar-kedua-di-nusantara-qv2Lyiyn6y.png foto: istimewa

KERAJAAN Jenggala dikisahkan memiliki bandar dagang yang teramai di Pulau Jawa kala itu. Bahkan keramaian dan perkembangan bandar dagang yang berada di muara Sungai Porong, konon menjadi yang terbesar kedua setelah Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatera.

Namun tampaknya bandar dagang yang ramai ini kurang diimbangi dengan angkatan perang yang kuat. Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja - Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, membuat dimanfaatkan musuhnya.

Baca juga:  Prabu Siliwangi Konon Moksa di Tempat Ini, Dikawal Macan Putih dan Hitam

Salah satu yang mulai mengincar eksistensi Kerajaan Jenggala tentu adalah Kerajaan Kediri. Ya, Kediri pasca Sri Samarawijaya turun tahta mencoba kemungkinan untuk menguasai wilayah muara sungai yang memiliki lokasi strategis perdagangan di Jawa Timur.

Kerajaan Kediri yang menghasilkan pertanian memiliki angkatan perang yang kuat. Di bawah kekuasaan Sri Kamesywara Kerajaan Kediri mulai membentuk angkatan perang yang kuat. Sri Kamesywara bertekad menyatukan dua Kediri dengan Panjalu. Dari penyatuan tersebut akhirnya Kerajaan Kediri memiliki angkatan perang yang kuat.

Baca juga:  Kisah Raden Patah "Robohkan" Kerajaan Majapahit

Meski memiliki angkatan perang tangguh tapi nafsu Sri Kamesywara menguasai wilayah muara Sungai Porong masih menemui halangan. Saat itu muara Porong yang di bawah kekuasaan Kerajaan Jenggala dengan rajanya Mapanji Garasakan, dikenal cukup memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan para pedagang dari berbagai negara. Hal ini menjadikan Kerajaan Kediri masih menunggu momen melakukan penyerbuan.

Follow Berita Okezone di Google News

Barulah di masa pemerintahan Raja Jayabaya, Kerajaan Kediri berhasil merebut wilayah kekuasaan Kerajaan Jenggala tersebut. Keberhasilan Raja Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awatarnindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dilukiskan dalam kitab Kakawin Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

Keberhasilan Mapanji Jayabaya dalam menguasai Jenggala dicatat pula dalam sebuah prasasti Hantang atau prasasti Ngantang yang berangka tahun 1135 Masehi. Di prasasti itulah tercatat Kerajaan Kediri juga mengalami kejayaan yang pesat, setelah menyerang kawasan muara Sungai Porong.

Kerajaan Kediri menguasai salah satu bandar dagang paling strategis di Nusantara kala itu. Alhasil dengan dikuasainya bandar dagang ini komoditas pertanian dari Kediri bisa langsung dikirim ke para pedagang dari berbagai negara, tanpa harus membayar upeti. Alhasil perekonomian di wilayah Kerajaan Kediri kian meningkat imbas adanya penguasaan bandar dagang tersebut.

Di sisi lain meski berhasil menguasai wilayah Kerajaan Jenggala, nasib Kerajaan Jenggala tidaklah langsung tamat. Dikisahkan saat itu Kerajaan Jenggala yang sebelumnya memiliki ibukota di Tuban akhirnya memindahkannya ke Lamongan. Saat itu Kerajaan Jenggala semasa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes, masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Samarotsaha.

Namun akhirnya pemerintahan Samarotsaha ini tidak diketahui. Bahkan jejak - jejak Kerajaan Jenggala akhirnya juga tak terlacak kembali. Sementara itu Kerajaan Kediri yang awalnya terbentuk hampir bersamaan dengan Kerajaan Jenggala, mulai mencapai puncak kejayaannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini