Kabar Azis Syamsuddin Disebut Beri Rp3 M ke Eks Penyidik, KPK Tegaskan Akan Beri Penjelasan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 03 September 2021 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 337 2465941 kabar-azis-syamsuddin-disebut-beri-rp3-m-ke-eks-penyidik-kpk-tegaskan-akan-beri-penjelasan-akNNvDvTOt.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin, disebut memberikan uang senilai Rp3.099.887.000 dan USD36 ribu ke mantan penyidik KPK, AKP Stapanus Pobin Pattuju dalam perkara suap yang menyerat Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial.

Azis disebut memberikan uang itu bersama dengan mantan ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado, dalam surat dakwaan Stapanus yang dilihat pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan bahwa pihak akan segera memberi tanggapan. Saat ini, lembaga antirasuah itu tengah mengumpulkan beberapa bukti dan informasi terkait kasus tersebut.

"KPK ingin memastikan bahwa Semua informasi dari masyarakat, kami perhatikan, tentu kami pelajari dan dalami termasuk keterangan baik yang disampaikan langsung ke KPK maupun keterangan dan fakta-fakta di persidangan," jelas Firli kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (3/9/2021).

Menurut Firli, KPK akan terus berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah berhenti sampai indonesia bersih dari praktik praktik korupsi.

"Kami memahami keinginan masyarakat untuk pemberantasan korupsi dan karenanya KPK terus bekerja untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Tolong berikan waktu untuk kami bekerja, nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti sudah selesai karena kita bekerja berdasarkan bukti-bukti dan dengan bukti-bukti tersebutlah membuat terangnya suatu peristiwa pidana korupsi dan menemukan tersangka," jelasnya.

Lebih lanjut, Firli menjelaskan KPK hanya akan menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Menurutnya, KPK memegang prinsip the sun rise and the sun set principle, seketika seseorang menjadi tersangka maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan.

"KPK bekerja dengan berpedoman kepada asas-asas pelaksanaan tugas KPK diantaranya menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi Hak asasi manusia," paparnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini