Tekan Stunting, Kepala BKKBN: Satu Desa Harus Punya Satu Bidan

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 03 September 2021 04:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 337 2465393 tekan-stunting-kepala-bkkbn-satu-desa-harus-punya-satu-bidan-cOhfpQw69e.jpg Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (BNPB)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengharapkan agar di tiap satu desa memiliki satu bidan.

Itu karena, kata Hasto,isu stunting di tingkat pusat hingga kabupaten/kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi. Namun, di tingkat Desa belum terasa gaungnya.

“Di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan antenatal care (pemeriksaan kehamilan) atau perawatan bayi baru lahir masih belum terasa gaungnya,” kata Hasto dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (2/9/2021).

Dia pun telah menyampaikan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang rencana aksi nasional yang akan dilaksanakan untuk percepatan penurunan stunting.

“BKKBN ingin menempatkan diri untuk menjadi pendamping keluarga (sebelum hamil/pra nikah, hamil dan masa interval) dengan dukungan dari Penyuluh KB, Kader, PKK kemudian juga kami mengusulkan kepada Bapak Menkes agar Bidan ditiap desa itu harus dan wajib ada. Menurut IBI (Ikatan Bidan Indonesia) masih ada desa yang belum memiliki bidan dalam hal ini adalah bidan pemerintah,” ujar Hasto saat melakukan pertemuan dengan Menkes Budi.

Hasto memaparkan upaya pencegahan stunting sudah banyak dilakukan melalui intervensi sensitif (sanitasi, air bersih, kemiskinan, pendidikan) dan spesifik (pranikah, hamil, interval). Namun menurutnya bisa mempertajam intervensi spesifik, karena jumlah anggaran yang terbatas terlebih lagi karena pandemi ini.

Sementara itu Menkes Budi mengatakan pada aspek kesehatan, percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui intervensi spesifik yang ditujukan kepada kelompok sasaran, yakni remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Baca Juga : Wapres Ma'ruf Amin Paparkan 5 Pilar Pemerintah Turunkan Stunting saat Pandemi Covid-19

Intervensi tersebut menurut Menkes harus fokus pada penguatan pelayanan kesehatan dan gizi, serta dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang di semua level pelayanan, mulai dari posyandu hingga rumah sakit.

“Berbagai upaya penguatan, seperti peningkatan kualitas program, penguatan edukasi kesehatan dan gizi, penguatan manajemen intervensi di puskesmas dan posyandu yang dilakukan secara komprehensif dalam sistem surveilans yang berkelanjutan,” tambah Menkes.

Sementara terkait pemenuhan satu desa satu bidan, Menkes menyampaikan pihaknya akan segera membahasnya untuk menyiapkan Peraturan Menteri Kesehatan sekaligus juga petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk bisa dilaksanakan di kabupaten dan kota.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini