Satgas Beberkan Karakteristik Kematian Akibat Covid-19 di Daerah

Antara, · Kamis 02 September 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 337 2465308 satgas-beberkan-karakteristik-kematian-akibat-covid-19-di-daerah-3oiNGYCCec.jpg Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito ungkap sejumlah karakteristik kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang perlu diwaspadai.

"Kita memerlukan pendekatan khusus yang berfokus pada penurunan angka kematian," kata Wiku saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang dipantau dari kanal YouTube BNPB dari Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Baca juga:  Serbuan Vaksin TNI AL Dosis Kedua di Subang Targetkan 2.000 Orang

Wiku mengatakan, angka kematian yang tinggi di sejumlah daerah bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya rumah sakit yang penuh, alat-alat yang tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak adanya tempat isolasi terpusat, adanya tempat isolasi terpusat namun tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Atau bisa karena penanganan warga yang terkena Covid-19 tidak dilakukan dengan sesegera mungkin karena tidak berjalannya fungsi posko atau satgas di level kelurahan/desa," ujarnya.

Baca juga:  Jumlah Kasus Covid-19 pada Agustus 2 Kali Lipat dari Januari

Pemerintah daerah tidak hanya wajib memahami data daerah, namun juga wajib mengaitkan satu data dengan yang lainnya agar dapat diidentifikasi masalah kematian yang sebenarnya.

Beberapa contoh data yang harus dikaitkan satu sama lain, kata Wiku, adalah hubungan data kematian dengan situasi yang berpotensi menjadi penyebab angka kematian yang masih tinggi. "Seperti data keterisian tempat tidur perawatan isolasi dan ketersediaan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Menurut Wiku, pemerintah daerah juga perlu mengaitkan data kematian dengan ketersediaan dan pemanfaatan tempat isolasi terpusat, bahkan hingga jumlah Satgas posko dan pelaksanaan fungsi posko hingga tingkat RT/RW.

"Pemerintah daerah harus mulai meninjau karakteristik kematian di daerahnya masing-masing, baik berdasarkan usia maupun berdasarkan tingkat gejalanya," katanya.

Wiku mengatakan, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian, terutama di daerahnya dan menghubungkan dengan keadaan dan kapasitas daerahnya masing-masing agar dapat segera menemukan akar permasalahan dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini