Kisah Pendiri Kopassus, Cuek Tak Ada Militer-Militernya saat Bersama Warga

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 03 September 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 337 2465166 kisah-pendiri-kopassus-cuek-tak-ada-militer-militernya-saat-bersama-warga-YmlNv7up6R.png Mochamad Idjon Djanbi bersama keluarga (Foto: Instagram @heru_djanbi)

JAKARTA - Letkol Inf (Purn) Mochammad Idjon Djanbi memiliki kesan tersendiri di mata penduduk sipil. Salah satu tokoh yang ikut andil dalam berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu kerap berbaur dengan masyarakat. 

Heru Djanbi, anak kedua Idjon Djanbi mengisahkan tentang sosok sang ayah. Salah satu yang terkenang adalah karakternya yang bisa membedakan sikap di dunia militer dengan sikap saat berada di lingkungan masyarakat sipil. Hal tersebut sangat terkenang di benak Heru, saat Idjon Djanbi diberdayakan di perkebunan.

“Saat dikaryakan di perkebunan, itu salah satu yang saya salut sama beliau. Dia bisa memisahkan antara dua dunia, sipil dan militer. Padahal, itu dua karakter berbeda. Kalau di militer, disiplin yang dipakai. Kalau sipil, sopan santun yang dipakai,” tutur Heru berkisah kepada Okezone.

Baca Juga: Grup 2 Kopassus-Polres Sukoharjo Kolaborasi Suntikkan 1.500 Dosis Vaksin Moderna

Idjon Djanbi diberdayakan di perkebunan di sekitar Cukul, Pangalengan, Bandung, Kabupaten Bandung. Dunia perkebunan bagi Idjon Djanbi bukan sesuatu yang asing karena sejak kecil menjadi anak petani tulip di Belanda.

Menurut Heru, ayahnya memiliki perlakuan yang berbeda saat bertemu dengan teman-teman militernya dan teman-teman sipil di perkebunan. Bahkan, hubungan baik dengan masyarakat setempat masih terjalin hingga kini.

"Kalau sama masyarakat sekitar juga hubungannya baik. Terakhir saya ke Cukul 3 tahun lalu untuk nengok rumah yang dulu, kebetulan ada penduduk yang masih ingat bapak di situ,” imbuhnya.

Baca Juga: Profil Letjen TNI (Purn) Kuntara, Jenderal Keturunan Tionghoa dengan Prestasi Mentereng

Suatu ketika dirinya pernah bertanya kepada penduduk sekitar mengenai ayahnya. Tak disangka warga memang masih ingat ayahnya. Bahkan, ada kenangan tersendiri di masyarakat.

“Saya tanya sama penduduk, dia masih ingat dengan Pak Idjon. Artinya kan dulu ada kesan tertentu. Ternyata memang dulu sering tuh, para pemetik teh di sana dikasih jas hujan sama bapak. Sama penduduk sipil, katanya penduduk situ, bapak orangnya santai, cuek, enggak ada militer-militernya sama sekali,” pungkasnya.

Meski Idjon Djanbi tetap dianggap “orang asing” buat pemerintah. Asing kendati sudah mengubah kewarganegaraan dan menikahi wanita Indonesia. Bahkan, menjadi mualaf dan mengubah namanya dari Rokus Bernardus Visser menjadi M Idjon Djanbi.

Idjon Djanbi merupakan perwira instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Dia direkrut Panglima Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) Kolonel Alexander Evert Kawilarang, untuk membentuk satu unit pasukan khusus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini