Share

Bertemu Parpol Non Parlemen, Jokowi Tegaskan Tolak Amandemen UUD 1945

Tim Okezone, Okezone · Kamis 02 September 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 337 2464890 bertemu-parpol-non-parlemen-jokowi-tegaskan-tolak-amandemen-uud-45-DuXEBO6uzS.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan pertemuan dengan partai politik non parlemen di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, sejumlah hal dibahas termasuk soal wacana amandemen UUD 1945.

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, terkait dengan wacana amandemen UUD 1945, Presiden Jokowi menegaskan kalau wacana amandemen tersebut bukan datang dari dirinya. Kemudian, Presiden Jokowi juga bukan ketua umum partai politik.

“Saya bukan ketua umum partai, jadi saya tidak punya hak apa-apa untuk menyampaikan. Dan juga wacana amandemen itu bukan dari saya,” kata Jokowi dalam pertemuan itu seperti disampaikan Sekjen Partai Perindo Rofiq.

Baca Juga: Di Hadapan Para Santri, Jokowi Sebut Negara-Negara Rebutan Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi, sambung Rofiq, juga menyampaikan siapa yang bisa menjamin kalay amandamen tersebut dilakukan secara terbatas. Dikhawatirkan, begitu dibuka amandemen pasti melebar ke mana-mana.

"Presiden Jokowi sangat keberatan terkait dengan amandemen," kata Sekjen Partai Perindo.

Sementara terkait dengan wacana 3 periode, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinta tidak ada keinginan sedikit pun untuk menjabat 3 periode. Presiden Jokowi menolak bila wacana 3 periode datang dari Istana.

Lagi pula, bagaimana mungkin 3 periode sementara para ketua umum partai sudah pasang baliho di mana-mana dan sudah siap bertarung untuk maju. Kendati, Presiden Jokowi sangat senang senang melihat para calon-calon presiden mulai bermunculan dengan adanya baliho-baliho yang berterbaran dari berbagai partai.

Baca Juga: Naik Pesawat ATR, Jokowi Bertolak ke Cirebon Tinjau Vaksinasi hingga Resmikan Bendungan

Satu hal yang terpenting disampaikan Presiden Jokowi adalah jangan sampai wacana amandemen itu muncul dari Istana. Kemudian ada hiden agenda untuk meloloskan agenda tertentu di luar wacana 3 periode.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga memberikan kesempatan kepada para ketua umum partai politik untuk memberikan masukan. Di antaranya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pencapaian kinerja Presiden Jokowi dalam menangani Covid-19 dan ekonomi. Kemudian, memberikan usulan usulan terkait dengan percepatan ekonomi dan investasi agar pemberlakukan protokol kesehatan orang yang datang dari luar negeri tidak dilakukan PCR berulang kali.

Sebab, pada praktiknya itu berlaku beberapa kali saat menjelang terbang, mendarat dan karantina. Ini bisa berakibat orang menjadi malas masuk ke Indonesia. Sementara Presiden Jokowi sangat mendengar masukan ini dan menyetujui. Usulan ini akan dibawa ke rapat kabinet minggu depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini