5 Fakta Covid-19 Bakal Jadi Endemi, Ketua Satgas IDI Ungkap Pernyataan Mengejutkan

Tim Okezone, Okezone · Rabu 01 September 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 337 2464678 5-fakta-covid-19-bakal-jadi-endemi-ketua-satgas-idi-ungkap-pernyataan-mengejutkan-A39ARtr229.jpg Penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dunia saat ini masih berada dalam situasi pandemi, yaitu suatu keadaan di mana penularan virus Covid-19 dirasakan serempak di berbagai belahan dunia. 

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat global berharap pandemi ini dapat mengecil skalanya sehingga berubah menjadi endemi.

Berikut sejumlah fakta pandemi jadi endemi di masa depan:

1. Tak Sepenuhnya Hilang

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan, meski nantinya Covid-19 berubah statusnya menjadi endemi, bukan berarti virus ini serta merta hilang.

Endemi merupakan keadaan di mana penyebaran virus terbatas pada daerah tertentu dalam jumlah dan frekuensi yang rendah sehingga mereka yang tertular akan mendapatkan penanganan yang maksimal. 

2. Indonesia Berperan Penting

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia. Wiku mengatakan bahwa Indonesia berperan penting dalam usaha merubah pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Wiku mengatakan hal ini sebagai bentuk kontribusi di lingkungan global dan perlindungan masyarakat Indonesia, pemerintah melakukan penguatan strategi di hulu yang berfokus pada strategi defensif dan ofensif.

Baca juga: 10 Provinsi Penyumbang Kasus Sembuh Covid-19 Terbanyak Hari Ini

Namun, ada strategi yang bisa dilakukan yakni terdiri dari pertama, peningkatan kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan 3M. Kedua, akselerasi vaksinasi dalam skala besar, dan ketiga, peningkatan upaya 3T.

3. Kapan Bisa Terjadi?

Apakah Covid-19 jadi endemi bisa diwujudkan dalam waktu dekat? Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban mengatakan bahwa pandemi menuju endemi memerlukan proses yang panjang. Bahkan, bisa dua atau tiga tahun lagi.

“Mungkin. Tapi sepertinya masih panjang. Masih lama. Dua sampai tiga tahun lagi. Bisa jadi juga akan jadi hiperendemi,” ungkap Zubairi lewat media sosial pribadinya, dikutip Rabu (1/9/2021).

4. Vaksinasi

Zubairi pun menegaskan bahwa saat ini masih berada dalam fase pandemi. Sehingga vaksinasi harus terus digencarkan. Selain itu, ada strategi yang bisa dilakukan, yakni peningkatan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Kemudian peningkatan upaya 3T testing, tracing, dan treatment. 

“Yang penting tetap sadar, kita ini masih fase pandemi. Tetap hati-hati dan segera vaksin,” ajak Zubairi. 

5. Kondisi Covid-19 di Indonesia

Saat ini, kata Zubairi, situasi pandemi Covid-19 sudah mulai turun. Bahkan, positivity rate juga terus menurun kini di angka 12%. Hanya saja, angka kematian yang masih tinggi harus menjadi catatan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Situasi sebenarnya di Indonesia? Sudah mulai turun. Sekarang rumah sakit mulai sepi. Positivity rate turun signifikan. Namun angka kematian kita masih tinggi. Ini yang menjadi catatan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini