Kominfo hingga BSSN Investigasi Dugaan Kebocoran Data di eHAC

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 01 September 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 337 2464271 kominfo-hingga-bssn-investigasi-dugaan-kebocoran-data-di-ehac-GoFiJa0iSI.jpg Foto: Illustasi shuterstock

JAKARTA - Pemerintah akan melakukan investigasi lebih mendalam terkait dugaan kebocoran data pribadi pada aplikasi Indonesia Health Alert Card (eHAC).

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Dedy Permadi, mengatakan, kemarin pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi itu.

"Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo bersama dengan pihak-pihak terkait akan melanjutkan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC," ujar Dedy melalui keterangan tertulis dikutip, Rabu (1/9/2021).

 Baca juga: Polri Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pengguna Aplikasi eHAC

Kemkominfo, kata Dedy, sedang mengambil langkah untuk merespon dugaan kebocoran data pribadi pengguna aplikasi eHAC sesuai amanat PP Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) serta peraturan perundangan lainnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran sementara, terdapat dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak tanggal 2 Juli 2021.

Baca juga:  Dugaan Kebocoran Data, Kemenkes Minta Uninstall eHAC yang Lama

"Kementerian Kominfo dan BSSN telah menyampaikan beberapa poin untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan, terutama terkait dengan keamanan sistem elektronik, pencegahan insiden yang lebih besar, tanggung jawab hukum, dan kepatuhan terhadap aturan pelindungan data pribadi," ujar Dedy.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan dugaan insiden kebocoran data pribadi ini tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, di mana penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional (PDN).

"Kementerian Kominfo menghimbau seluruh pengelola dan wali data untuk menjaga data pribadi masyarakat secara serius, baik dalam hal teknologi, tata kelola, maupun sumber daya manusia," jelasnya.

Dalam hal terjadi dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi, masyarakat atau pihak terkait dapat melakukan pengaduan melalui [email protected] dan kanal aduan lain yang telah disediakan. (din)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini