HUT Ke-73 Polwan, Ketua KPK: Semangat Antikorupsi

Tim Okezone, Okezone · Rabu 01 September 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 337 2464226 hut-ke-73-polwan-ketua-kpk-semangat-antikorupsi-W52LB3i4Kh.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: ist)

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengucapkan HUT Ke-73 Polwan pada Rabu 1 September 2021, yang mengusung tema 'Transformasi Polri yang Presisi Polwan Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju’.

Menurut Firli, tema besar peringatan tahun ini, dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengakselerasi kebangkitan bangsa dan negara kita di tengah Pandemi Covid-19, menuju Indonesia Maju, Indonesia bebas dari Korupsi.

“Kita semua tentunya yakin, srikandi yang terpanggil dan terpilih menjadi Polwan senantiasa menjiwai filosofi Esti Bhakti Warapsari dalam menjalankan tugas tanpa pamrih, dan dengan penuh kesederhanaan, kewibawaan serta kebesaran jiwa, guna mewujudkan keamanan, kedamaian, kesejukan dan ketentraman di tengah bangsa Indonesia,”kata Firli dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Baca juga:  Dukung Penanggulangan Covid-19, Polwan Polres Sukoharjo Dilibatkan Bantu Vaksinasi

Kata Firli, sebagai insan Rastra Sewakotama, abdi utama nusa bangsa, pelindung serta pengayom segenap tumpah darah Indonesia, Polwan senantiasa tangguh, tegar dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan kewajiban dimanapun mereka ditempatkan, memberikan yang terbaik dari dirinya untuk kebaikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

“Keanggunan Polwan yang memiliki naluriah kewanitaan serta aura keibuan yang teduh, membuat sosok ayu nan tegas dibalik lemah lembutnya mereka sebagai seorang perempuan, selalu menempatkan dirinya pada barisan terdepan dalam mengatasi ragam permasalahan bangsa, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” tuturnya.

 Baca juga: HUT Ke-72 Polwan, Ini Deretan Srikandi Bhayangkara Berprestasi

“Nilai _'plus' inilah yang kami lihat, sehingga KPK memandang perlu meningkatkan kerjasama dengan Polri untuk menjadikan Polwan sebagai agen pencegahan tindak pidana korupsi, dengan cara melatih mereka dalam program gerakan Agen Pembangun Integritas dan Penyuluh Anti Korupsi,” tuturnya.

Perlu diketahui bahwasanya peran perempuan sangat signifikan dalam upaya-upaya pencegahan korupsi, mengingat kaum hawa mampu memberikan pengaruh baik bukan hanya bagi keluarganya saja melainkan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Mengingat keseharian tugasnya dilapangan yang membuat mereka bertemu dengan banyak orang, kami yakin Polwan yang menjadi kader Agen Pembangun Integritas dan Penyuluh Anti Korupsi akan menyampaikan pesan-pesan Antikorupsi lebih luas lagi ke tengah masyarakat,” sambungnya.

Kata Firli, Polwan yang menjadi Agen Pembangun Integritas dan Penyuluh Anti Korupsi akan semakin menaikkan citra positif Institusi Bhayangkara dalam hal pemberantasan korupsi di Indonesia, dan membentuk cluster-cluster Antikorupsi baik di Institusi Polri maupun di tengah masyarakat.

“Selain itu, dari berbagai kasus yang kami tangani, tidak sedikit dari kasus korupsi menunjukan fakta dugaan adanya peran perempuan, meski keterlibatan mereka harus benar-benar dikaji terlebih dahulu,” tuturnya.

Kata Firli, gerakan Agen Pembangun Integritas dan Penyuluh Anti Korupsi yang melibatkan Polwan didalamnya, adalah salah satu dari program strategi pencegahan korupsi KPK melalui pendekatan Pendidikan Masyarakat dan Peningkatan Peran Masyarakat yang diharapkan mampu membentuk mindset serta culture-set baru yang menempatkan korupsi dan perilaku koruptif adalah musuh utama bangsa dan negara, bukan kultur, budaya apalagi warisan pendahulu bangsa, mengingat korupsi jelas dapat menggagalkan tujuan bernegara.

“Budaya Antikorupsi tentunya akan mendekatkan bangsa ini dalam mewujudkan impian besar kita semua, NKRI bebas dan bersih dari praktik praktik korupsi. Kami ingatkan kembali bahwasanya banyak bangsa dan negara di dunia yang hancur setelah korupsi serta perilaku koruptif menjadi laten atau budaya dan berurat akar, merusak sendi-sendi kehidupan ekonomi,sosial dan budaya hingga pemerintahan di negara tersebut, gagal mewujudkan tujuan bernegara,” tegasnya.

“Tidak berlebihan rasanya jika peringatan HUT Polwan Ke-73 ini, diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sarat nilai-nilai Antikorupsi dalam upaya menjadi Polwan sebagai agen pembangun Integritas dan budaya Antikorupsi,” sambungnya.

Menurut Firli, tauladan yang diberikan Polwan khususnya yang terlatih sebagai agen SPAK, dapat menjadi motor perubahan bagi bangsa dan negara ini, menuju Indonesia Maju, Indonesia Antikorupsi, agar cita-cita luhur dan tujuan NKRI untuk melindungi, mensejahterakan serta memakmurkan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke mulai Miangas hingga Pulau Rote, akan terwujud dan dirasakan seluruh Rakyat Indonesia.

“Dirgahayu Polwan Republik Indonesia, mari kita peringati HUT Polwan Ke-73 dengan semangat Antikorupsi,” pungkasnya. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini