Yahya Waloni Masih Dirawat di Ruang Perawatan Khusus Tahanan RS Polri

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Selasa 31 Agustus 2021 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 337 2464084 yahya-waloni-masih-dirawat-di-ruang-perawatan-khusus-tahanan-rs-polri-dJLLDTzJvf.jpg Yahya Waloni (Foto: Youtube)

JAKARTA - Kondisi kesehatan Yahya Waloni, tersangka dugaan tindak pidana penodaan agama semakin membaik usai menjalani perawatan di ruang khusus tahanan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RS Polri Kramat Jati, Kombes Yayok Witarto mengatakan, Yahya Waloni menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati sejak Kamis 26 Agustus 2021 malam.

"Kondisi selama perawatan relatif membaik. Tensi, suhu relatif stabil dan sekarang ini terus diobservasi. Mudah-mudahan akan terus membaik," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga:  Kondisi Membaik, Yahya Waloni Segera Dipindah ke Rutan Bareskrim

Saat pertama kali dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Yahya Waloni dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, kini Yahya telah dipindah ke ruang perawatan menyusul membaiknya kesehatan penceramah kondang itu.

"Sekarang ini teruslah diobservasi, mudah-mudahan kondisinya akan terus membaik. Tapi mohon maaf, kalau secara detail penyakitnya belum bisa saya sampaikan," ujarnya.

Sehubungan dengan statusnya sebagai tersangka, ruang perawatan Yahya Waloni sesuai permintaan Bareskrim Polri ditempatkan di ruang perawatan khusus tahanan. Artinya, Yahya menjalani perawatan medis namun dipisahkan dari pasien umum lainnya.

"Sekarang masih dirawat di ruang perawatan khusus tahanan. Kalau nanti kondisinya terus stabil secepatnya akan dikembalikan ke penyidik," tuturnya.

Baca Juga:  Sakit Jantung, Penahanan Ustadz Yahya Waloni Dibantarkan

Sebagai informasi, kasus dugaan penodaan agama Yahya bergulir usai Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme membuat laporan ke Bareskrim Polri pada 27 April 2021 terkait isi ceramah Yahya. Ustadz kondang itu disangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 28 Ayat (2), jo Pasal 45a Ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman enam tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini