Rudi "Gajah", Jenderal yang Ditembak di Poso Kini Kembali Pimpin Polda Sulteng

Antara, · Selasa 31 Agustus 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 337 2463970 rudi-gajah-jenderal-yang-ditembak-di-poso-kini-kembali-pimpin-polda-sulteng-IzTRnmyGZi.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Tongkat komado pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah kembali berganti. Dan kini dipimpin oleh Inspektur Jenderal Pol Rudy Sufahriadi, yang kembali ditunjuk untuk memimpin Polda Sulawesi Tengah, menggantikan seniornya, Irjen Abdul Rakhman Baso yang akan purna tugas.

(Baca juga: 5 Kejanggalan Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Caddy Cantik Ikut Terseret hingga Korban Tak Harmonis dengan Istri Muda)

Hal itu terjadi setelah upacara serah-terima jabatan yang dipimpin Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, di Rupatama Markas Besar Kepolisian Indonesia, di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Nama Irjen Rudiy Sufahriadi di lingkungan Polda Sulawesi Tengah tidaklah asing. Pasalnya dia pernah menjadi kepala Polda Sulawesi Tengah pada 2016-2018, dengan pangkat brigadir jenderal polisi. Saat itu ada Polda yang dipimpin seorang inspektur jenderal polisi dan juga brigadir jenderal polisi.

(Baca juga: 16 Jenderal yang Dimutasi Kapolri, Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Sumsel)

Saat ia memimpin Polda Sulawesi Tengah itu, dua pentolan teroris Poso, Santoso dan Daeng Koro, tewas saat kontak tembak dengan Satuan Tugas gabungan TNI/Polri yang saat itu masih bersandi Operasi Tinombala.

Pria disapa Rudi "Gajah" itu pernah mejabat sebagai kepala Polres Poso pada 2005-2007. Pada awal menjadi kepala Polres Poso itu, ia pernah ditembak orang tak dikenal dan beruntung dia bisa menghindari tembakan tersebut.

“Jabatan kepala Polda Sulawesi Tengah hari ini resmi dijabat Inspektur Jenderal Polisi Drs Rudi Sufahriadi,” ungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto, Selasa (31/08).

Setelah dilantik menjadi kepala Polda Sulawesi Tengah untuk kedua kalinya ini, pada Rabu (1/9) dia bertolak ke Palu untuk segera bertugas.

Pelaksanaan tradisi, laporan kesatuan, upacara serah terima pataka Polda Sulawesi Tengah dan tradisi pelepasan Baso akan dikemas secara sederhana, dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan hanya dihadiri terbatas kalangan internal Polda Sulawesi Tengah karena virus Korona masih banyak terjadi.

"Selamat memasuki purna tugas sebagai anggota Polri, kami seluruh personil Polda Sulteng akan melanjutkan tauladan yang jenderal tunjukan selama di Sulawesi Tengah," Supranoto.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini