Gelar Alutsista Canggih, TNI AL Latihan Tempur Hadapi Serangan Udara di Pulau Terluar

Antara, · Selasa 31 Agustus 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 337 2463880 gelar-alutsista-canggih-tni-al-latihan-tempur-hadapi-serangan-udara-di-pulau-terluar-1HtE5JraQD.jpg Foto: TNI AL

JAKARTA - TNI Angkatan Laut Gugus Tempur Laut Komando Armada III menggelar latihan peran tempur bahaya udara di Pulau Bras Kepulauan Mapia. Keduanya merupakan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia wilayah Samudera Pasifik.

(Baca juga: Jenderal TNI AU Ini Rela Bermandi Keringat Mencuci Jet Tempur)

Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Irvansyah di Sorong, mengatakan bahwa latihan tempur tersebut dilakukan pekan ini dengan melibatkan beragam alutsista canggih seperti KRI R.E. Martadinata-331 dan Pesawat Patroli Maritim P-8303.

(Baca juga: 5 Kejanggalan Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Caddy Cantik Ikut Terseret hingga Korban Tak Harmonis dengan Istri Muda)

“Kepada unsur-unsur operasional Koarmada III agar senantiasa melaksanakan berbagai macam latihan peran tempur di wilayah operasi untuk mempertahankan dan meningkatkan naluri tempur prajurit,” Selasa (31/8/2021).

Dia membeberkan, latihan peran tempur bahaya udara ini merupakan bagian “Operasi Garda Tirta-21” dibawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada III, Laksma TNI Retiono Kunto tepatnya pada saat KRI R.E. Martadinata-331 bergerak patroli menuju salah satu pulau terluar NKRI di Samudera Pasifik yaitu Pulau Bras Kepulauan Mapia, yang berlokasi sekitar 206 km utara Kota Manokwari.

Dalam latihan tersebut, kata dia, KRI R.E. Martadinata-331 mengendalikan Pesud Patmar P-8303 menjalankan dua tugas, yaitu tugas pertama kerja sama taktis antara KRI dan pesud patmar. Secara teknis Pesud Patmar berperan sebagai kepanjangan mata KRI dengan memperbesar jarak jangkau deteksi dan identifikasi kontak-kontak permukaan.

Kerja sama taktis KRI dan Pesud ini dilakukan untuk menyusun gambaran situasi permukaan seaktual mungkin, sehingga dapat diambil tindakan yang diperlukan dalam waktu yang memadai.

Dikatakan bahwa tugas kedua adalah latihan tempur, dimana pesud patmar P-8303 berperan sebagai sebagai simulasi musuh dan R.E. Martadinata-331 melaksanakan pertahanan udara. Latihan peran tempur bahaya udara ini dilakukan hingga tingkat akuisisi target dengan radar tracker STINGEO dan meriam 76 mm OSRG.

"Tujuannya untuk melatih kesiapsiagaan personel anak buak kapal perang dan pesawat udara TNI AL dalam menghadapi peperangan udara yang bersifat cepat dan menentukan," tandasnya.

Sementara itu, Komandan KRI R.E. Martadinata-331 Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz menambahkan, penampakan bawah kerja sama taktis dan latihan tempur tersebut penting dan rutin dilakukan oleh KRI R.E. Martadinata-331 bersama dengan unsur udara kawan lainnya, agar dapat terus mempertahankan kesiapan operasi dalam mendukung tugas-tugas TNI dan TNI AL.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini