Kisah Tragis Tunggul Ametung, Culik Ken Dedes Berujung Tewas Ditikam Ken Arok

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 31 Agustus 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 337 2463697 kisah-tragis-tunggul-ametung-culik-ken-dedes-berujung-tewas-ditikam-ken-arok-hljb0JbGS6.jpg Ken Arok menikam Tunggul Ametung hingga tewas dan mendapatkan Ken Dedes. (Foto: Istimewa)

TUNGGUL Ametung merupakan penguasa Tumapel. Saat itu Tumapel masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Tunggul Ametung yang memerintah di Tumapel merupakan rekomendasi bantuan dari Raja Kertajaya yang tengah berkuasa di Kerajaan Kediri.

Keduanya dikisahkan mempunyai kesamaan sebagai pemimpin, yakni sama - sana sering merampas dan memeras rakyatnya. Keduanya juga dikenal sama, bersikap keras dan cenderung menistakan para kaum brahmana atau pendeta agama Hindu.

Sebagaimana dikisahkan dalam buku ‘Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan’ karya Muhammad Syamsuddin, ternyata Tunggul Ametung yang merupakan penguasa Tumapel, bukanlah dari golongan 'atas'.

Diketahui Tunggul Ametung ini adalah anak dari seorang kasta sudra yang akhirnya diangkat Kertajaya sebagai akuwu Tumapel. Berkat bantuan Kertajaya dari Kediri inilah, Tunggul Ametung naik kelas.

Tunggul Ametung dikisahkan dalam Pararaton adalah akuwu Tumapel saat di bawah pemerintahan Kertajaya pada tahun 1185 - 1222. Saat itu jabatan akuwu barangkali seperti bupati atau camat di masa sekarang. Pemimpin ini mempunyai kuasa terhadap daerah yang dipimpinnya.

Baca juga: Kisah Ken Dedes Dipaksa Menikahi Tunggul Ametung

Namun seperti saat ini, ada semacam pendapatan pajak yang harus disetorkan ke pemerintahan yang lebih tinggi di atasnya. Kala itu di Tumapel pun demikian, sebagai seorang penguasa Tumapel, Tunggul Ametung harus mengirimkan upeti ke kerajaan pusat di Kediri.

Tapi di tahap - tahap akhir dirinya menjadi akuwu Tumapel, muncul persoalan serius yakni perampokan uang membuatnya tak bisa menyetorkan upeti ke kerajaan pusat.

Banyak yang menyebut permasalahan krusial ini dihadapi oleh Ametung karena mendapat karma usai menculik Ken Dedes, anak seorang brahmana atau pendeta Hindu bernama Mpu Purwa.

Kala itu orang tua Ken Dedes, Mpu Purwa menyumpahi Tunggul Ametung yang menculik anaknya. Mpu Purwa tahu bahwa Ametung adalah sosok penguasa yang suka merampas harta kekayaan rakyat. Hal ini membuat brahmana ini marah, apalagi ditambah dengan penculikan putri cantiknya oleh Tunggul Ametung.

Mpu Purwa pun memberikan kutukan kepada Tunggul Ametung dan berujar bahwa ia kelak juga akan mati tertikam keris. Benar saja, beberapa tahun setelahnya Tunggul Ametung benar - benar mati ditikam keris oleh Ken Arok melalui Kebo Ijo.

Kitab Pararaton mengisahkan, bagaimana setelah Tunggul Ametung tewas di tangan Ken Arok, Ken Dedes akhirnya dipersunting oleh Ken Arok. Saat itu Ken Dedes tengah mengandung anak hasil pernikahannya dengan Tunggul Ametung. Bayi inilah yang dinamakan Anusapati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini