Share

Kasus Aktif Covid-19 di Luar Jawa Bali Turun 42,17 Persen

Antara, · Selasa 31 Agustus 2021 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 337 2463583 kasus-aktif-covid-19-di-luar-jawa-bali-turun-42-17-persen-FfylG1nLnN.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartanto (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan ada perbaikan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali.

“Sejalan dengan nasional itu terjadi perbaikan,” kata Airlangga, Selasa (31/8/2021).

Dia merinci kasus fatality rate di Sumatera adalah 3,35 persen dan kasus aktif turun 42,17 persen. Kemudian di Nusa Tenggara, case fatality rate (CFR) 2,23 persen dengan kasus aktif turun cukup tajam yakni 65,36 persen. Sedangkan di Kalimantan (CFR) mencapai 3,1 persen dengan kasus aktif turun 51,72 persen.

“Sulawesi case fatality rate 2,48 persen dan kasus aktif turun 47,34 persen. Di Maluku Papua case fatality rate 1,55 persen dan kasus aktif turun 29,9 persen,” ujar Airlangga.

Baca juga:3 Rekomendasi KPAI untuk Sekolah Tatap Muka

Airlangga menyampaikan bahwa dari hasil evaluasi PPKM di luar Jawa-Bali, terdapat 20 kabupaten/kota level 4 dengan tren penurunan mobilitas yang melandai.

“Yang turun itu walaupun turunnya kurang dari 10 persen adalah Dumai, Medan, Rokan Hulu, Pringsewu Banggai, Banda Aceh, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Siak, Kabupaten Luwu Timur, Kota Samarinda dan Kota Merangin,” ungkap dia.

Baca juga: Negara Lain Alami Lonjakan Covid-19, Luhut: Kita Semua Harus Super Waspada!

Kendati demikian, terdapat 9 kabupaten/kota yang memiliki kecenderungan peningkatan mobilitas, yakni Bandar Lampung, Pekan Baru, Pematang Siantar, Simalungun, Jambi, Sumba Timur, Kupang, Jayapura, Padang dan Palembang.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara itu, pada tingkat provinsi terjadi perbaikan level assement. Dari 7 provinsi yang menerapkan PPKM level 4, pada 28 Agustus turun menjadi 4 provinsi menyisakan Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur .

“Hal ini sesuai peringkat kabupaten/kota dari 104 pada tanggal 20 Agustus menjadi 85 kabupaten kota pada tanggal 28 Agustus,” tutur Airlangga.

Sedangkan untuk level 3, turun dari 234 kabupaten/kota menjadi 232 kabupaten/kota. Kemudian level 2 naik dari 48 kabupaten/kota menjadi 68 kabupaten/kota, serta level 1 naik dari 0 menjadi 1.

“Dari level tersebut di luar Jawa terjadi perbaikan level assessment,” kata dia.

Baca juga: Positive Rate Turun, Menkes Minta Tetap Terapkan Prokes Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini