Prabu Siliwangi Konon Moksa di Tempat Ini, Dikawal Macan Putih dan Hitam

Tim Okezone, Okezone · Senin 30 Agustus 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 337 2463059 prabu-siliwangi-konon-moksa-di-tempat-ini-dikawal-macan-putih-dan-hitam-XBr7Myhy4N.jpeg Prabu Siliwangi. (Foto: Wikimedia Commons)

PURA Parahyangan Agung Jagatkarta disebut-sebut merupakan tempat Prabu Siliwangi beserta prajurit mencapai moksa (menghilang) dan tidak pernah diketahui keberadaannya hingga sekarang. 

Sebelum dibangun Pura, tempat ini diyakini sebagai persemayaman dan pemujaan terhadap Prabu Siliwangi dan para hyang (leluhur) dari Pakuan Pajajaran dan dibuat sebuah candi macan hitam dan macan putih sebagai bentuk penghormatan kepada Prabu Siliwangi. 

Kemudian pada tahun 1995, candi itu dihilangkan dan dibuatlah Pura ini meski belum memiliki bangunan yang sempurna. Demikian dikutip dari puragunungsalak.or.id.

Di dalam bagian utama pura yang tertutup bagi umum dan dikhususkan bagi umat yang beribadah, tampak dua pura dengan latar Gunung Salak. Di kiri terdapat pura yang dikhususkan bagi Prabu Siliwangi, Pura Padma di kanan, dan Gunung Salak di tengahnya.

Di Pura Prabu Siliwangi, terlihat juga dua ekor patung harimau yang tampak gagah. Satu di sisi kiri berwarna putih, dan satunya lagi berwarna hitam. Keduanya terlihat layaknya penunggu dari sang Prabu Siliwangi, begitu mistis.

Baca juga: Cerita Prabu Siliwangi Kerap Melihat Cahaya yang Menyala di Langit Banten

Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya, merupakan salah satu pusat peribadatan bagi umat beragama Hindu terbesar di kota Bogor. Demikian menurut bogorkab.go.id. 

Terletak pada sebuah kawasan yang telah dikembangkan menjadi sebuah kawasan Taman Nasional pada tahun 2003 silam, menjadikan suasana dan panorama alam yang tersaji disekitar pura ini terlihat begitu indah. Sejauh mata memandang, kita akan disuguhkan dengan pemandangan berupa hamparan dari berbagai jenis vegetasi pepohonan, yang tumbuh dengan subur dan rindang mengelilingi areal wisata tersebut.

Selain itu, dengan latar belakang berupa Gunung Salak yang juga tampak begitu indah, semakin menciptakan nuansa alam dikawasan Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya menjadi begitu mengesankan. Tidak salah bila berbagai pesona alam tersebut, mampu mengundang banyak pasang mata untuk datang dan menyaksikan keindahannya.

Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya, pada awalnya dibangun sebagai salah satu bentuk penghormatan yang dilakukan oleh umat beragama Hindu kepada Prabu Siliwangai, yakni Prabu dari Kerajaan Hindu Padjajaran. Pembangunan komplek Pura sendiri telah dimulai sejak tahun 1995 silam, diatas lahan dengan luas lebih kurang sekitar 2,5 hektar. 

Disamping itu, pemilihan kawasan Taman Nasional Halimun Gunung Salak sebagai areal untuk membangun Pura, juga mengacu kepada berbagai kisah sejarah. Menurut penuturan dari pihak pengelola komplek areal Pura, kawasan tersebut diyakini menjadi salah satu kawasan yang dahulu digunakan sebagai salah satu tempat petilasan oleh Prabu Siliwangi.

Pura tersebut terletak di Desa Warung Loa, Kelurahan Ciapus, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Lebih tepatnya pura yang juga menjadi salah satu tujuan wisata rekreasi tersebut, terletak lebih kurang sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Bogor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini