Cerita Soekarno Diasingkan ke Ende, Ditangkap di Rumah MH Thamrin

Tim Okezone, Okezone · Senin 30 Agustus 2021 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 337 2462958 cerita-soekarno-diasingkan-ke-ende-ditangkap-di-rumah-mh-thamrin-vJzzyiJMlr.jpg Foto: Istimewa

PENGASINGAN Ir Soekarno diawali dengan pertemuan politik di rumah Muhammad Husni Thamrin di Jakarta. Pertemuan tersebut terjadi pada 1 Agustus 1933.

Soekarno ditangkap oleh seorang Komisaris Polisi ketika ke luar dari rumah Muhammad Husni Thamrin dan kemudian dipenjarakan selama delapan bulan tanpa proses pengadilan.

Pada tanggal 28 Desember 1933, Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge, mengeluarkan surat keputusan pengasingan Ir Soekarno yang saat itu berusia 32 tahun ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Soekarno diasingkan atau dibuang ke Ende karena kegiatan politiknya membahayakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Demikian dilansir dari laman Kemdikbud.

Baca juga: Sarinah, Sosok Wanita yang Ajarkan Bung Karno Mencintai Rakyat Jelata

Soekarno dan keluarganya bertolak dari Surabaya menuju Flores dengan kapal barang KM van Riebeeck. Setelah berlayar selama delapan hari, mereka tiba di Pelabuhan Ende dan langsung melaporkan kedatangannya ke kantor polisi.

Mereka lalu dibawa ke rumah pengasingan yang terletak di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja. Di rumah pengasingan inilah Ir. Soekarno berserta istrinya, Inggit Garnasih; mertuanya, Ibu Amsi; dan kedua anak angkatnya, Ratna Juami dan Kartika menghabiskan waktu mereka selama empat tahun.

Baca juga: Cucu Bung Karno Hadirkan Lagu Nasionalisme

Soekarno dan keluarganya menempati rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru. Selama di Ende dari tahun 1934-1938 salah satu hal yang paling penting adalah ketika Ir. Soekarno di tengah keterasingannya di bawah pohon sukun, sebagai salah satu tempat beliau menggali pemikiran tentang dasar Negara yang kemudian dirumuskan oleh Panitia Sembilan menjadi Pancasila pada tahun 1945.

Pada tanggal 18 Oktober 1938, tepat empat tahun, sembilan bulan dan empat hari, Soekarno dipindah dari Ende ke Bengkulu.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1951, Soekarno yang saat itu sudah menjadi Presiden Republik Indonesia mengunjungi Ende untuk pertama kalinya. Beliau bertemu Haji Abdullah Ambuwaru dan menyatakan keinginannya agar rumah tersebut dijadikan museum.

Pada kesempatan kunjungan kedua tahun 1954, Ir. Soekarno meresmikan rumah itu sebagai “Rumah Museum” pada tanggal 16 Mei 1954.

Baca juga: Ketika Foto Bung Karno Digantung di Setiap Dinding Kamar Pelacuran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini