Sesalkan Penolakan Vaksinasi di NTT, Ketua DPD Minta Sosialisasi Digencarkan

Tim Okezone, Okezone · Minggu 29 Agustus 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 337 2462802 sesalkan-penolakan-vaksinasi-di-ntt-ketua-dpd-minta-sosialisasi-digencarkan-WGxTUAzhaB.jpeg Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti ketika memberikan sambutan saat kunjungan kerja di NTT. (Ist)

KUPANG - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyayangkan adanya penolakan vaksinasi Covid-19 di Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut LaNyalla, penolakan ini terjadi akibat hoaks yang masih beredar.

Senator asal Jawa Timur ini meminta pemerintah bekerja lebih keras melakukan sosialisasi sekaligus untuk menangkal hoaks.

"Saya meminta Dinas Kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat lebih keras bekerja dalam menyosialisasikan pentingnya vaksinasi kepada masyarakat Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo yang menolak divaksin Covid-19," kata LaNyalla, di sela kunjungan kerja di NTT, Minggu (29/8/2021).

Mantan Ketua Umum PSSI itu menekankan pentingnya edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat agar tidak termakan hoaks mengenai vaksinasi.

"Saya kira sosialisasi dan edukasi perlu untuk terus-menerus digencarkan di tengah-tengah masyarakat. Penolakan masyarakat tekait vaksinasi banyak disebabkan minimnya informasi yang diterima warga," tuturnya.

LaNyalla juga menilai pentingnya keterlibatan kepala desa secara langsung. Melalui pendekatan kepala desa diharapkan masyarakat dapat melupakan trauma takut dari hoaks yang beredar agar penularan Covid-19 di NTT dapat dikendalikan setelah mengalami lonjakan cukup drastis.

"Dalam situasi tersebut saya kira perlu keterlibatan semua pihak agar masyarakat terbebas dari hoaks, sehingga program vaksinasi massal berjalan lancar," katanya.

Baca Juga : LaNyalla Ingin RI Miliki Road Map Ketahanan Ekonomi di Era Disrupsi

Apalagi diketahui pemeriksaan spesimen Covid-19 di daerah itu masih jauh dari target. Sehingga, penularan Covid-19 sulit dideteksi, sebab pemeriksaan spesimen rata-rata per hari hanya mencapai 6,1 persen.

Saat ini, PPKM Level 4 di NTT diterapkan di Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Sumba Timur dan Ende. Sedangkan 18 kabupaten lainnya menerapkan PPKM Level 3.

"Selain upaya penerapan PPKM untuk menurunkan angka lonjakan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan dan peningkatan pengawasan juga perlu untuk mengajak segenap masyarakat NTT untuk melakukan vaksinasi agar herd immunity segera tercapai," tutur LaNyalla.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini