KPK Selisik Proses Jual-Beli Tanah di Munjul

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 337 2462034 kpk-selisik-proses-jual-beli-tanah-di-munjul-33nB03ieiH.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelisik proses akad jual-beli tanah di daerah Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Penyidik menelisik proses jual-beli tanah itu lewat seorang Notaris, Yurisca Lady Enggraeni.

"Yurisca Lady Enggraeni (Notaris) didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses akad jual beli dalam pengadaan tanah di Munjul, Cipayung," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (27/8/2021).

Yurisca diduga mengetahui banyak soal proses jual-beli tanah di Munjul yang kini berujung rasuah. Oleh karenanya, penyidik mendalami keterangan Yurisca dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul. Keterangan Yurisca juga dibutuhkan sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, tiga orang tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC).

Baca Juga : KPK Selisik Proses Lelang Proyek Infrastruktur terhadap 2 Pejabat Pemkab Banjarnegara

Kemudian, Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA), dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene (AR). Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka dalam perkara ini yaitu, PT Adonara Propertindo (AP).

Dalam perkara ini, Yoory Pinontoan disebut melakukan kesepakatan dengan Anja berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 8 April 2019. Yorry disebut sebagai pihak pembeli. Sedangkan Anja merupakan pihak penjual tanah.

Setelah dilakukan kesepakatan, terjadi pembayaran awal sebesar 50 persen atau sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory, dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sebesar Rp43,5 miliar.

KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut. Adapun, perbuatan melawan hukum tersebut meliputi, tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.

Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate: serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtunewe dan Periksa PT Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. Perbuatan itu kemudian diduga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp152,5 miliar.

Setelah dilakukan pengembangan, KPK kembali menetapkan satu tersangka lainnya dalam perkara ini. Satu tersangka lainnya itu yakni, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM), Rudy Hartono Iskandar (RHI). Rudy Hartono ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini