Satgas: Penurunan Kasus Covid-19 Harus Diikuti 3T Maksimal

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 337 2461971 satgas-penurunan-kasus-covid-19-harus-diikuti-3t-maksimal-gCWPcyXaLZ.jpg Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penurunan kasus positif selama beberapa pekan terakhir harus diikuti dengan upaya tracing, testing, dan treatment (3T) yang maksimal. Dengan begitu capaian baik ini bisa dipertahankan.

Per 22 agustus 2021, kasus mingguan kembali menurun, dari 188.323 menjadi 125.102 kasus. Penurunan ini menjadi kabar baik karena terjadi berlangsung selama lima minggu berturut-turut.

"Ini adalah kabar baik yang perlu terus dipertahankan dan semakin diperbaiki lagi kedepannya," ucap Wiku dikutip dari rilis KPCPEN pada Jumat (27/8/2021).

Meskipun terjadi penurunan pada orang yang diperiksa, namun jumlah saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum terjadinya lonjakan. Sebagai perbandingan, jumlah testing tertinggi dicapai pada 18 Juli lalu, yaitu sebesar 1.146.793 orang diperiksa. sedangkan di minggu ini sebesar 688.906 orang.

Baca juga: Satgas Covid-19: Vaksin Sputnik-V untuk Masyarakat 18 Tahun ke Atas

Jumlah testing minggu ini masih lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan jumlah orang diperiksa pada sebelum terjadi lonjakan kasus, tepatnya pada 16 mei dengan jumlah orang diperiksa mingguan sebanyak 203.510 orang.

Baca juga: Aceh Alami Pemburukan Penanganan Covid-19, Satgas ke Pemda: Baca Data!

Wiku berujar ada tantangan yang perlu dihadapi dengan mempertahankan angka testing hingga mencapai jumlah yang stabil dan tidak ada penurunan yang signifikan dan berturut-turut.

Terutama penurunan testing dalam kelompok prioritas seperti orang bergejala atau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif. Masyarakat berperan penting dengan jujur dan berani diperiksa ketika mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak erat.

Selanjutnya, jika dilihat dari segi positivity rate mingguan di tingkat nasional, maka pada periode 16-22 Agustus angkanya sudah turun dibandingkan dengan puncak, yaitu dari 30,54% menjadi 18,15%. Namun, meskipun sudah turun, angka ini masih lebih tinggi dari sebelum lonjakan kasus kedua, yaitu pada kisaran bulan Juni yang hanya 9,44%.

Baca juga: Lonjakan Kasus di Luar Jawa, BNPB Siapkan Tim Reaksi Cepat Medis Covid-19

Selain itu, angka positivity rate tingkat provinsi masih menjadi perhatian. Karena hanya DKI Jakarta (11,7%) yang angkanya sudah berada dibawah 15%. Sementara, masih ada 10 Provinsi yang positivity rate-nya masih di atas 30%, di antaranya, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung dan Aceh.

"Bahkan Aceh, positivity rate-nya mencapai 51,55%, menjadi yang tertinggi di Indonesia," imbuh Wiku.

Baca juga: Sinergi Semua Pihak Diperlukan Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Jika dilihat pada selisih kasus mingguan per tanggal 22 Agustus dan 15 Agustus, maka 33 provinsi telah menunjukkan penurunan jumlah kasus. Jawa Tengah menjadi Provinsi yang paling banyak mengalami penurunan, yaitu turun 16.921 kasus, disusul Jawa Timur turun 6.410 kasus dan Jawa Barat turun 3.996 kasus.

Aceh juga menjadi satu-satunya provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus mingguan, yaitu naik 429 kasus dibandingkan minggu sebelumnya. Kondisi di Aceh diperberat dengan penurunan kesembuhan sebesar 1.291 kasus, kematian mengalami kenaikan 35 kasus, dan kasus aktifnya juga masih mengalami kenaikan 1.067 kasus.

Baca juga: Satgas: Pulau Jawa Catatkan Penurunan Kasus Covid-19 Paling Banyak

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Aceh juga meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, dari 56% naik menjadi 59%.

"Untuk itu, sekali lagi saya ingatkan penting untuk setiap pimpinan daerah untuk membaca data, tidak hanya perkembangan secara umum, namun juga kondisi detail seperti positivity rate, selisih kasus mingguan, serta jumlah kasus aktifnya," pungkas Wiku.

Baca juga: Sekolah Diminta Bentuk Satgas Covid-19 Awasi Prokes Saat Pembelajaran Tatap Muka

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini