Share

Terungkap! Polisi Tetapkan Ustadz Yahya Waloni Tersangka Sejak Mei 2021

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 337 2461964 terungkap-polisi-tetapkan-ustadz-yahya-waloni-tersangka-sejak-mei-2021-XNcF5hslzC.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Bareskrim Polri ternyata sudah menetapkan Ustadz Yahya Waloni sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama dan UU ITE sejak bulan Mei 2021 silam.

(Baca juga: Detik-detik Penangkapan Ustadz Yahya Waloni di Cibubur)

Penetapan tersangka itu berdasarkan laporan masyarakat Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tertanggal Selasa 27 April 2021.

(Baca juga: M Kece Pecah Belah Bangsa, Polri Tak Akan Terapkan Restorative Justice)

"Sudah (tersangka). Itu kan prosesnya sejak bulan April, bulan Mei sudah naik penyidikan, sudah jadi tersangka. Proses seperti itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2021).

Namun Rusdi membantah jika pihaknya bekerja lambat dalam memproses Yahya Waloni terkait kasus tersebut. Menurutnya, penangkapan yang baru dilakukan usai menjadi tersangka dalam beberapa bulan terakhir karena tindakan penceramah itu mulai digelisahkan oleh masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

"Polri tetap merespons segala sesuatu yang terjadi di masyarakat. dan itu sudah dibuktikan, ada laporan, ada kegelisahan masyarakat polisi merespons itu semua. Beberapa hari ke belakang sudah terlihat apa yang kita lakukan dan tentunya kita lihat juga, banyak juga pihak-pihak yang telah apresiasi terhadap apa yang Polri lakukan," ujar Rusdi.

Dia memastikan, Ustadz Yahya Waloni akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Polisi, kata Rusdi, akan bertindak secara profesional dalam memproses perkara tersebut. Sehingga, setiap tindakan yang dilakukan harus didasarkan pada cara kerja yang cermat. "Bicara profesional harus dengan cermat melakukan ini semua. Ini dilakukan," ucap Rusdi.

Ustadz Yahya Waloni dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP. Ia terancam penjara hingga enam tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini