Soal Penahanan Ustadz Yahya Waloni, Polri: Masih Ada Waktu 1X24 Jam

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 337 2461950 soal-penahanan-ustadz-yahya-waloni-polri-masih-ada-waktu-1x24-jam-4WeviaLo0h.jpg Ustadz Yahya Waloni ditangkap polisi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan masih akan memanfaatkan 1X24 jam dari waktu penangkapan, terkait dengan penahanan terhadap Ustadz Yahya Waloni.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, Yahya Waloni ditangkap sekira pukul 17.00 WIB pada Kamis 26 Agustus 2021. Sehingga, penyidik masih memiliki waktu untuk memutuskan apakah dilakukan penahanan atau tidak.

"Ini kan masih proses, ditangkap jam 17.00. Artinya Polri memiliki waktu 1X24 jam. Masih ada waktu sampai jam 17.00, maka nanti perkembangan rekan-rekan akan tahu," kata Rusdi dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/8/2021).

Bareskrim Polri sendiri telah resmi menetapkan Yahya Waloni sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama. Status hukum itu disematkan kepadanya setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan intensif.

"Sudah (tersangka). Melalui ceramah yang diunggah pada video di akun YouTube Tridatu dari perbuatan yang telah dilakukan, yang bersangkutan disangkakan dengan beberapa pasal," ujar Rusdi.

Rusdi menyebut, dasar penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dan menetapkan Yahya Waloni berdasarkan laporan masyarakat Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tertanggal Selasa 27 April 2021.

"Di dalam laporan polisi tersebut yang bersangkutan dilaporkan karena telah melakukan satu tindak pidana berupa ujaran kebencian bedasarkan SARA dan juga penodaan terhadap agama tertentu melalui ceramah yang diunggah pada video akun yutub Tridatu," ucap Rusdi.

Baca Juga : Ustadz Yahya Waloni Kooperatif saat Ditangkap di Rumahnya

Atas perbuatannya, Yahya Waloni disangka melanggar Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) UU ITE, dan juga Pasal 156a tentang dugaan penodaan agama.

"Polri imbau masyarakat tetap tenang tak gaduh percayakan pada kami, pada Polri dapat tuntaskan kasus ini secara profesional transparan dan akuntabel berdssarkan UU yang ada," tutup Rusdi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini