Kemensos Luncurkan Kartu Bansos Khusus Anak Yatim Korban Covid-19, Begini Penampakannya

Widya Michella, MNC Media · Kamis 26 Agustus 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 337 2461371 kemensos-luncurkan-kartu-bansos-khusus-anak-yatim-korban-covid-19-begini-penampakannya-xRn9LOkvDY.jpg Mensos Tri Rismaharini.(Foto:Ist)

JAKARTA - Sebanyak 4 juta anak, termasuk anak yatim yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19, akan diberikan dukungan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak Kemensos.

Salah satu dukungan yang diberikan ialah pemberian bantuan uang menggunakan kartu Atensi dengan total anggaran senilai Rp3,2 triliun.

"Itu baru usulan saja dipastikan tujuan bantuan langsung kepada anak bukan orang tuanya dan juga nanti dibuatkan semacam kartu anak bagi 4 juta anak yatim termasuk anak yatim korban covid-19," papar Mensos saat raker bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu,(25/08/2021).

Baca Juga: Kemensos Akan Terbitkan Kartu Khusus Bansos Anak Yatim Korban Covid-19 

Untuk mekanisme pemberian bantuan yaitu diusulkan dari masyarakat, pendamping rehabilitasi sosial, LKSA melalui dinas sosial. Kemudian akan dinput dan penetapan DTKS lalu dilakukan verifikasi dan validasi data anak.

Setelah itu, anak penerima bantuan akan dibukakan rekening Atensi dalam bentuk rekening Gabungan (joint account) atau rekening Qualitate Qua (QQ) dengan mencantumkan nama anak beserta walinya.

Mensos Risma mengatakan skema bantuan anak yatim akan berbeda namun mengikuti standar PKH dimana anak belum sekolah diusulkan Rp300 ribu dan yang bersekolah Rp.200 ribu. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui rekening Atensi.

Namun bagi anak penyandang disabilitas pengiriman bantuan melalui PT. Pos Indonesia. Pengambilan bantuan melalui bank akan menggunakan kartu debet ATM sedangkan jika melalui PT. Pos Indonesia digunakan pengenalan wajah/sidik jari penerima bantuan.

Usai menerima bantuan mereka akan diberikan pendamping pemanfaatan bantuan dan pengasuhan alternatif serta dilakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

"Anak-anak yatim piatu tidak bisa ditunda lagi karena orang tuanya kena covid 19 meninggal kemudian kita tidak mungkin diam nah sekarang kita tangani dengan dana operasional dari balai-balai kami. Total anggaran Rp.3,2 Triliun itu usulan buat 2022 untuk anak yatim seluruhnya," jelas Mensos.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini