Share

Abu Janda Protes Penangkapan M Kece Terkait Penistaan Agama

Tim Okezone, Okezone · Kamis 26 Agustus 2021 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 337 2461282 abu-janda-protes-penangkapan-m-kece-terkait-penistaan-agama-fFN5DOUtSg.jpg Abu Janda (Ist)

JAKARTA - Pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya alias Abu Janda mengomentari penangkapan Youtuber M Kece atas kasus dugaan penistaan agama. Saat ini M Kece telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Dalam posting-an di Instagram pribadinya, @permadiaktivis2, Abu Janda membagikan sebuah foto kolase. Kolase itu berisi tangkapan layar judul pemberitaan media.

Abu Janda berpandangan aparat hanya memproses kasus penistaan terhadap agama Islam. Namun, tidak sebaliknya.

"Penista agama islam M. Kece sudah ditangkap.. nah, seumpamanya kalau ke-empat ustadz di kolase foto ini adalah pendeta yang meng olok-olok Allah atau hina nabi Muhammad, pasti ke-empat nya sudah ditangkap juga 😊 demikian lah pasal penodaan agama CACAD ala negeri wakanda.. hanya menghukum penista agama islam saja," katanya, dikutip pada Kamis (26/8/2021).

Sebagaimana diketahui, Youtuber Muhammad Kece dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama. Ada empat laporan yang masuk ke kepolisian sehingga aparat melakukan penangkapan.

Saat ini M Kece telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

Baca Juga : Ditangkap Polisi terkait Penodaan Agama, M Kece: Salam Sadar

"Dijerat hukuman itu, bisa ancaman pidananya penjara 6 tahun," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021).

Rusdi menjelaskan, penyidik menyematkan pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama.

Kece dipersangkakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP. Adapun bunyi pasal 28 ayat (2) ialah: 'Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)'.

Kemudian, Pasal 45a ayat (2) berbunyi: 'Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)'.

Lalu, pasal 156a KUHP yang disematkan berbunyi: 'Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini