Ini 5 Topik yang Dibahas Jokowi dan Parpol Koalisi, dari Covid-19 hingga Ibu Kota Negara

Kiswondari, Sindonews · Rabu 25 Agustus 2021 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 337 2461136 ini-5-topik-yang-dibahas-jokowi-dan-parpol-koalisi-dari-covid-19-hingga-ibu-kota-negara-3EliuIcpQ6.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumpulkan ketua umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) parpol koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, ada 5 topik utama yang disampaikan oleh Jokowi dan ditanggapi positif oleh para ketum dan sekjen.

“Pertemuan dibuka oleh bapak Presiden, diawali pengantar bapak presiden yang menyampaikan fokus-fokus pembicaraan. Pertemuan dilakukan dengan penuh keakraban namun dengan penuh fokus. Dengan lima topik pembicaraan,” kata Sekjen Partai Nasdem Johnny Plate dalam konferensi pers secara daring seusia pertemuan di rumah dinas di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Pertama, kata Johnny, terkait perkembangan dan evaluasi penaganan Covid-19, tantangan-tantangannya, benchmark yang dilakukan pemerintah. Pihaknya bersyukur melalui penanganan pandemi dan kerja bersama seluruh komponen masyarakat, capaian-capaian menunjukkan tanda-tanda positif dan menggembirakan.

“Tugas kita menjaga capaian tersebut dan berusaha mengakhiri pandemi Covid-19 yang memasuki babak-babak baru penaganan c19, baik itu pandemi apalagi segera masuk ke endemik,” ujarnya.

Kedua, Johnny melanjutkan, terkait perekonomian nasional, pencapaian dan tantangan makro ekonomi nasional. Melalui kerja keras keras di tahun 2021 terlihat tanda-tanda penanganan ekpnomi Indonesia yang meskipun pada kuartal-1 ada kontraksi 0,7% tapi kuartal-2 tumbuh 7,7%. Hrapannya pertumbuhan bisa dipertahankan di kuartal-3 dan kuartal-4 namun tetap memperhatikan penularan varian delta dan PPKM.

Ketiga, sambung dia, strategi ekonomi dan bisnis negara. Presiden menyampaikan melalui rapat itu, pendukung koalisi kompak agar kebijakan perekonomian Indonesia bisa beranjak ke ekonomi yang berbasis produksi dan produktif. Mendorong untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih, secara khusus melalui proses-proses pengolahan di dalam negeri bisa dilakukan.

“Khususnya di sketor pertambangan, pertanian dan sektor ekonomi hijau. Melalui hilirisasi dan digitalisasi,” imbuh mantan Anggota DPR ini.

Keempat, sambung Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, terkait dengan ketatanegaraan, otonomi daerah (otda) dan sistem pemerintah sebagai dampak dari Covid-19 di mana dibutuhkan sekali kecepatan-kecepatan pengambilan keputusan, tantangan-tantangan dari kebijakan-kebijakan sistem pemerintahan dan otda yang saat ini di masa pandemi.

Dia menjelaskan, dibutuhkan evaluasi meneyeluruh agar Indonesia dalam tata kelola pemerintahan pusat, pemerintah daerah (pemda) dan sistem pemerintahan nasional dapat melakukan pengambilan keputsuan yang cepat dan tepat. Otda dan sistem perundang-undangan saat ini cukup menyulitkan dalam pengambilan keputusan, ini merupakan kendala yang harsu diatasi.

“Setelah 23 tahun otda diterapkan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, agar kita mempunyai sistem desentralisasi kekuasaan yang lebih efektif dan cocok dalam pengambilan keputsuan yang cepat khususnya pada situasi-situasi kedaruratan seperti ini. Kita perlu mereview secara menyeluruh,” papar Johnny.

Dan kelima, dia menambahkan, terkait ibu kota negara (IKN), pihaknya menyadari bahwa Indonesia masih dalam tahap pandemi Covid-19 dan tantangan ekonomi yang besar. Namun, pemerintah tetap perlu memikirkan IKN baru dengan memperhatikan IKN saat ini yakni Jakarta dengan segala tantangan dan problematika yang sangat kompleks dan juga berbagai masukan.

“Perpindahan IKN tidak akan berlangsung hari ini, yang dilakukan pertama tentu kesiapan legislasi yang memadai, pembangunan IKN yang cocok yang dilakuakan bersama-sama dengan partai koalisi,” terangnya.

“Bapak Presiden menyampaikan pengantar direspons ketum-ketum parpol dimulai ibu Megawati dan ditutup Ketum Nasdem Surya Paloh. Yang pada intinya memberikan apresaisi yang sangat tinggi atas kinerja pemerintah yakni presiden, anggota kabinet, kinerja pemda, kinerja aparat dan masyarakat sehingga kita bisa sejauh ini menanganai Covid-19 lebih baik,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini