Raja Majapahit Hayam Wuruk Sering Kunjungi Candi Panataran di Blitar, Apa Keistimewaannya?

Tim Okezone, Okezone · Rabu 25 Agustus 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 337 2460335 raja-majapahit-hayam-wuruk-sering-kunjungi-candi-panataran-di-blitar-apa-keistimewaannya-sxKSlLeA9Y.jpeg Candi Simping. (Foto: Idsejarah.net)

RAJA Majapahit Hayam Wuruk kerap melakukan kunjungan rutin. Kunjungan tersebut umumnya dilakukan ke Candi Simping atau Candi Sumberjati dan Candi Palah atau Candi Panataran.

Kunjungan dari sang raja ini menegaskan bahwa daerah Blitar merupakan tempat yang istimewa bagi Majapahit. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014. 

Melihat arsitektur Candi Panataran, yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur, dengan pola halaman ke belakang mewakili pola arsitektur Jawa Timur yang lengkap, bukan tidak mungkin sebagai candi kerajaan walaupun Nagarakretagama tidak menyatakannya sebagai dharma haji.

Candi Panataran atau yang di dalam Nagarakretagama disebut Candi Palah merupakan candi yang terbesar dan terlengkap di Jawa Timur, namun Nagarakretagama tidak menyatakan bahwa candi ini termasuk dharma haji ataupun prasada haji.

Akan tetapi kunjungan raja Hayam Wuruk ke candi ini dalam perjalanan keliling ke daerah-daerah sebagaimana diceritakan dalam Nagarakretagama sebenarnya menunjukkan bahwa Candi Panataran menduduki tempat yang cukup penting dalam kerajaan Majapahit. 

Baca juga: Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota

Berdasarkan temuan prasastinya, candi ini sudah dibangun tahun 1197 M oleh raja Crengga dari kerajaan Kadiri. Candi ini mendapat perhatian khusus dari raja Hayam Wuruk, tidak hanya berdasarkan dari kunjungan-kunjungan sang raja secara teratur, tetapi juga dari adanya sebuah gugusan candi kecil yang dikenal sebagai Candi Angka Tahun.

Bangunan itu disebut demikian karena pada ambang pintunya diberi pahatan angka tahun 1291 Ç (1369 M). Angka tahun ini menunjukkan bahwa pembangunannya berlangsung dalam masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 M). 

Selain itu, berdasarkan uraian di dalam Nagarakretagama dapat diketahui bahwa Hayam Wuruk telah mengunjungi Simping dan memerintahkan untuk memperbaiki Candi Simping tersebut yang prasada atau bagian atasnya miring ke barat. 

Selanjutnya, dalam pupuh 70 kitab Negarakretagama diceritakan bahwa dua tahun kemudian sang raja datang lagi ke Simping untuk meresmikan arca perwujudan raja Kertarajasa sebagai Harihara atau Ciwa-Wisnu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini