Kemenkes Deteksi 1.012 Varian Delta, Menyebar di 29 Provinsi Tanah Air

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 24 Agustus 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 337 2460299 kemenkes-deteksi-1-012-varian-delta-menyebar-di-29-provinsi-tanah-air-HUqdo4EHG8.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini sebanyak 1.012 Covid-19 varian Delta telah menyebar di 29 provinsi di Indonesia. 

“Jadi kalau kita lihat memang beberapa jenis varian sudah ditemukan di Indonesia termasuk  B1617 ya atau kita ini adalah varian Delta, saat ini sudah 1.012 yang kita deteksi,” ungkap Nadia secara virtual, Selasa (24/8/2021). 

Selain itu, Nadia mengatakan bahwa ada beberapa varian-varian Covid-19 yang telah ditemukan di Indonesia. Di antaranya varian Alfa dan Beta, serta dua varian of interest yaitu Eta dan Kappa.

“Kita bisa lihat varian Delta B16 17.2 ini adalah yang paling banyak. Nah, yang kalau kita lihat penyebarannya per provinsi ini sudah 29 provinsi melaporkan adanya varian Delta ini,” paparnya.

Baca juga: Waspada! Varian Delta Hanya Butuh Waktu Menular 15 Detik

Nadia pun mengatakan sebaran varian Delta terbanyak yakni di DKI Jakarta, kemudian di Jawa Barat, lalu Jawa Tengah. Dia pun mengingatkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur hati-hati karena ditemukan kasus varian Delta ini yang cukup banyak.

“Dan kalau kita lihat varian Delta di DKI Jakarta itu kita bisa lihat dari hasil sampel yang positif kita dapatkan kurang lebih 694. Kemudian di kedua itu adalah di Jawa Barat itu 287, Jawa Tengah kita deteksi 160. Dan kita bisa sedikit hati-hati untuk Nusa Tenggara Timur karena kita menemukan kurang lebih cukup banyak ya, 102 varian Delta,” kata Nadia.

Nadia mengingatkan bahwa varian Delta ini adalah suatu varian yang sangat cepat menular. “Artinya dia membuat kita itu itu dengan reproduktif numbernya yang mencapai 5 sampai 8 itu menyebabkan varian Delta tadi menjadi lebih cepat menular,” katanya.  

“Nah, kemudian kalau kita berbicara mengenai bahwa varian Delta tadi tentunya selain cepat menular, juga menyebabkan peningkatan dari pada kasus. Artinya tingkat keparahannya itu sangat berpengaruh ya dengan adanya varian Delta ini,” papar Nadia.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini