Share

Kerja Sama Maritim, Wamenhan Dorong ASEAN Outlook on the Indo-Pacific

Riezky Maulana, iNews · Selasa 24 Agustus 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 337 2460200 kerja-sama-maritim-wamenhan-dorong-asean-outlook-on-the-indo-pacific-3wpFbu6ank.jpg Wamenhan Muhammad Herindra.(Foto:iNews)

JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menekankan, pentingnya ASEAN Outlook on the Indo-Pacific atau AOIP dari sisi pertahanan. Hal itu merupakan respons dari dinamika geopolitik yang berkembang, serta memastikan kawasan tetap stabil, damai, dan sejahtera.

Pernyataan ini disampaikannya, saat menjadi keynote speaker dalam 4th International Maritime Security Symposium (IMSS) 2021 yang diselenggarakan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Senin (23/8/2021).

Sebagai inisiator AOIP, Indonesia, kata dia memandang pentingnya pendekatan ASEAN terhadap Indo-Pasifik dari perspektif pertahanan. Terkhusus dalam kerja sama pertahanan dengan mitra dialog ASEAN yang telah berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran di dunia.

Baca Juga: Mengintip Kelebihan Pesawat Tempur T-50i Buatan Korsel yang Dibeli Indonesia

Dia menjelaskan, AOIP dari perspektif pertahanan berfungsi sebagai panduan bagi ASEAN di bidang kerja sama pertahanan dan interaksi ADMM dengan para mitra dialog.

"AOIP bertujuan menjembatani kepentingan negara-negara Indo-Pasifik dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan kemakmuran dengan peran sentral serta strategis ASEAN," jelas Herindra dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (24/8/2021).

Dengan adanya AOIP, jelas Herindra, negara-negara ASEAN dapat mengedepankan dialog, saling kepercayaan dan win-win solution. Menurutnya, kerja sama AOIP akan mendorong mitra eksternal Asean dalam melakukan kerja sama praktis pada empat bidang utama yang diidentifikasi.

"Kempat bidang itu, salah satunya bidang kerja sama maritim mencakup peningkatan penyelesaian sengketa secara damai, peningkatan keselamatan dan keamanan maritim, kebebasan navigasi dan penerbangan, serta penanganan kejahatan internasional," ujarnya.

Hal lainnya, juga mencakup kerjasama untuk pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, kerjasama mengatasi masalah lingkungan laut serta kerjasama teknis dalam ilmu kelautan. IMSS tahun ini diikuti 259 peserta dari 37 negara sahabat.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini