Kisah Serda Dodi, Anak Tukang Bakso Sempat 6 Kali Gagal Masuk Tentara

Riezky Maulana, iNews · Selasa 24 Agustus 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 337 2460152 kisah-serda-dodi-anak-tukang-bakso-sempat-6-kali-gagal-masuk-tentara-ZLex0CCJDo.jpg Serda Dodi. (Foto: Dok TNI AD)

JAKARTA - Serda Dwi Wardiono yang merupakan prajurit Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) bukanlah dari keluarga berada. Dirinya merupakan anak seorang penjual bakso.

Kesuksesan yang sudah berhasil diraih Serda Dodi tentu tak luput dari kata kegagalan dan perjuangan. Sebanyak 6 kali Dodi gagal masuk tentara, baik itu Matra Darat, Lau dan Udara. Pada kesempatan ketujuh, baru dia berhasil menembus itu. 

"Saya tuh setiap ada pembukaan daftar, sampai tujuh kali daftar tapi ya enggak cuma TNI AD doang ada instansi lain, nah kali ketujuh itu baru lulus," tutur Dodi dalam tayangan video yang diunggah Dispenad, Selasa (24/8/2021).

Alasan dirinya hendak masuk ke instansi militer bukan tanpa sebab, Dodi ingin meningkatkan taraf hidup serta ekonomi kedua orangtuanya. Awalnya, kenang Dodi, dirimya merasa pesimis lulus menjadi tentara karena kabar burung yang ada di lingkungan selalu berkutat dengan uang.

"Karena belum ada keluarga yang dari militer, pesimis, sedangkan omongan di sekitar, masuk ini pakai duit. Saya modal nekat saja dengan niat yaudah saya bilang ke ortu biar saya coba sendiri cukup dengan doa terkabulkan," jelasnya.

Baca juga: TNI AD Proses Hukum 2 Oknum Prajurit yang Aniaya Bocah 13 Tahun

Dodi berujar, saking bangganya, kedua orangtuanya sampai membuat acara syukuran besar-besaran di kampung. Juminto, ayah Dodi bercerita sudah 12 tahun berjualan bakso.

Sebelum membuka warung makan di kios, dirinya harus mendorong gerobak menjajakan dagangan dari rumah ke rumah. Selama tujuh tahun dia menggunakan cara itu untuk menafkahi anak dan istrinya. 

"Sudah berjualan sekitar 12 tahun, keliling dulu sekitar tujuh tahunan dorong gerobak baru pindah ke sini (kios)," kata Juminto.

Sejak usia 7 Tahun, anaknya memang sudah memiliki cita-cita menjadi tentara. Tapi, keraguan muncul di benaknya lantaran tak memiliki biaya untuk hal tersebut.

"Aku dengar-dengar itu masuk tentara biayanya besar, pun enggak mampu bayar. Ternyata itu bohong, enggak pakai biaya juga," ujarnya.

Sebanyak dua kali, pagi dan siang, Serda Dodi melakukan olahraga lari untuk mempersiapkan fisiknya menjadi tentara. Menurut Juminto, sisi olahraga memang diincar oleh sang anak.

"Lari pagi siang, dua kali sehari lari-lari, yang dikejar olahraganya itu. Cita-citanya dia dari kecil sudah ingin jadi tentara, jadi TNI," bebernya

Sedari kelas 6 SD, lanjut Juminto, Dodi telah membantu orangtua berjualan bakso, entah itu mengakat piring, sampai mencuci sayur-sayuran. Semuanya dilakukan Dodi selepas pulang sekolah.

"Dari masih SD kelas 6 sudah ngikut bantu-bantu, ngangkatin mangkok ya kadang kalau di rumah nyuci sayuran-sayuran pas pulang sekolah," ucapnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini