Selain M Kece, Ini Sederet Kasus Penodaan Agama

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 24 Agustus 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459981 selain-m-kece-ini-sederet-kasus-penodaan-agama-amJkvwyAGg.jpg M Kece (Foto : Youtube)

KASUS penodaan terhadap agama bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sejumlah kasus pernah terjadi. Sebut saja kasus Youtuber M Kece, dia telah dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dugaan tindak pidana penodaan agama. Berikut kasus penodaan agama.

Agustus 2021

Youtuber M Kece telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penodaan agama. Dia diduga menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan bahwa sudah ada laporan ke Bareskrim terkait M Kece. Saat ini polisi sedang melakukan proses penyelidikan. Sebelumnya, muncul desakan agar pihak kepolisian menindak Youtuber M Kece. M Kece melakukan live streaming terkait penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW. Dia juga mengatakan kata yang tidak pantas.

20 April 2021

Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama karena mengaku sebagai Nabi ke-26. Dia melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP.

Mei 2018

Julius Herry Sarwono divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ungaran dengan hukuman 3 tahun penjara. Dia terbukti melontarkan ekspresi kebencian terhadap umat Islam dan mempermasalahkan keyakinan umat Islam terhadap kitab suci Alquran yang mengharamkan daging babi.

13 November 2017

Wawan Setiawan warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng divonis hukuman 10 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Garut. Dia terbukti melakukan tindakan percobaan makar dan penodaan agama. Selain itu, dia juga mengaku sebagai Jenderal Negara Islam Indonesia (NII). Dia dijerat dengan pasal 107 KUHP.

Mei 2017

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Kasus Ahok bermula ketika dirinya berkunjung dan berpidato di hadapan warga Kepulauan Seribu. Dia menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini