Share

Menko Luhut: 5,9 Juta Orang Lakukan Skrining Pedulilindung, 12.459 Ditolak

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 23 Agustus 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459944 menko-luhut-5-9-juta-orang-lakukan-skrining-pedulilindung-12-459-ditolak-MDtFbrwrfI.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan sebanyak 5,9 juta orang telah melakukan proses skrining di aplikasi Pedulilindungi, namun ada 12.459 orang ditolak oleh sistem.

“Secara keseluruhan total masyarakat yang melakukan skrining aplikasi pedulilindungi yang telah mencapai 5,9 juta orang sampai hari kemarin. Dimana ada 12.459 orang diantaranya tidak diperkenankan masuk atau melakukan aktivitas oleh sistem,” kata Luhut secara virtual, Senin (23/8/2021).

Diketahui terdapat beberapa pengaturan dan penyesuaian dalam perpanjangan PPKM hingga 30 Agustus 2021 mendatang.

Baca juga: Luhut Ungkap Kasus Positif dan Kematian Covid-19 Akan Naik Beberapa Hari ke Depan

Pemerintah akan terus memperluas penerapan pembukaan mal pada kabupaten kota level 4 di Indonesia meninjau kedisiplinan yang baik di lapangan.

“Pemerintah telah menerapkan uji coba protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi pedulilindungi sebagai sarana skrining untuk mengurangi penularan Covid-19 di tempat-tempat publik dan keramaian seperti Mal, pusat perbelanjaan, venue olahraga outdoor dan pabrik-pabrik industri,” kata Luhut.

Baca juga: Menko Luhut: Jangan Sampai Ada Politisasi Penanganan Pandemi

Luhut mengatakan, skrining sistem ini sebagai upaya untuk menekan laju penularan Covid-19. “Nah, sistem dan mekanisme ini sangat penting agar kita bisa menekan laju penambahan kasus pada saat aktivitas masyarakat meningkat,” ujarnya.

“Ini satu sistem yang ditemukan oleh teman-teman di tim yang merupakan salah satu palang pintu kita juga untuk mencegah penularan Covid ini lebih cepat ke depan,” imbuh dia.

Baca juga: Luhut Minta Pemda Siapkan Tempat Isolasi Khusus Ibu Hamil

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini