Jaga Demokrasi, Golkar Gelar Executive Education for Young Political Leaders

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 23 Agustus 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459821 jaga-demokrasi-golkar-gelar-executive-education-for-young-political-leaders-xCXqRqTxTJ.jpg foto: ist

JAKARTA - Partai Golkar menggelar Executive Education For Young Political Leaders 3 secara virtual untuk menjaga komitmen mempertahankan demokrasi Indonesia, Senin (23/8/2021).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bindang Perekonomian, Airlangga Hartanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

"Kita menghadiri Executive Education for Young Political Leaders 3, yang diselenggarakan Golkar Institute. Mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dilanjutkan pelatihan kepemimpinan untuk calon pemimpin muda yang telah hadir secara virtual," ujarnya secara virtual.

(Baca juga: Tok! Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara Kasus Korupsi Bansos Covid-19)

Airlangga mengatakan, dalam lima hari ke depan, para peserta akan diberikan pengetahuan dan berdiskusi berbagai pengetahuan tentang berbagai isu strategis yang perlu dikuasai oleh calon pemimpin Indonesia saat ini dan di masa datang. Seperti isu geopolitik dan bagaimana peran Indonesia di kepemimpinan transformasional, pembangunan ekonomi, pengambilan kebijakan publik yang tepat dan efektif dan berbasis pada bukti.

"Dengan proses pembelajaran diharapkan akan melampirkan politisi muda, bukan saja yang mampun mengisi posisi strategis ke depan tapi mengarahkan, mempengaruhi jalannya pemerintahan dengan kebijakan yang tepat dan efektif untuk mensejahterakan masyarakat," tuturnya.

(Baca juga: Prajurit Raider Gelar Kerja Bakti di Air Terjun Walesi Papua)

Adapun topik yang diangkat, kata dia, sangat relevan karena krisis pandemi yang dipicu covid masih menjadi batu ujian bagi tiap negara demokrasi dan untuk membuktikan sistem demokrasi memenuhi persyaratan lebih baik dibandingkan sistem politik yang otoriterien.

Kedua, covid terjadi saat dunia mengalami stagnasi, demokrasi atau dekonsolidasi demokrasi, freedem house melaporkan 25 dari 41 negara demokrasi yang telah mapan telah mengalami erosi demokrasi dalam 14 tahun berturut-turut.

"Ini tantangan tiap negara demokrasi di dunia termasuk Indonesia agar krisis kesehatan global yang dipicu covid tak menambah problem dekonsolidasi demokrasi yang telah berlangsung saat ini," bebernya.

"Partai Golkar akan selalu menjaga komitmen mempertahankan demokrasi yang kita cintai, komitmen tersebut ditunjukan dengan mencermati tiap fenomena dunia yang berpotensi menggerogoti legitimasi demokrasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini