Mendagri Ungkap Koordinasi di Daerah Belum Maksimal untuk Turunkan Stunting

Dita Angga R, Sindonews · Senin 23 Agustus 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459731 mendagri-ungkap-koordinasi-di-daerah-belum-maksimal-untuk-turunkan-stunting-IWmNd9E4kn.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah dalam menangani kasus stunting. Tito menyoroti masih belum maksimalnya koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dengan pemangku kepentingan.

“Kelembagaan dan koordinasi percepatan penurunan stunting antara OPD dan pemangku kepentingan lain di daerah yang belum berfungsi secara maksimal. Dengan kata lain, masih bekerja sendiri-sendiri,” katanya dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting, Senin (23/8/2021).

Selanjutnya adalah intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif belum sepenuhnya efektif menyasar kelompok sasaran, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Kebijakan dan program penurunan stunting belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. RPJMD, RKPD dan APBD,” ujarnya.

Selain itu, Tito mengungkapkan, kapasitas pelaksanaan program dan kegiatan daerah masih lemah dan terbatas. Baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun pengalaman.

“Selanjutnya kualitas pengelolaan dan penggunaan data untuk pengambilan keputusan juga belum akurat dan belum terintegrasi. Padahal data adalah bahan penting untuk pengambilan keputusan,” tuturnya.

Lalu perilaku masyarakat belum sejalan dengan pencegahan dan penurunan stunting.

Baca Juga : Mendagri Sebut Anggaran Penanganan Stunting di Jakarta Masih Rendah, Sebesar Rp0,25 Miliar

“Masyarakat belum memahami pentingnya stunting,” ujarnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini