Share

Mendagri Sebut Anggaran Penanganan Stunting di Jakarta Masih Rendah, Sebesar Rp0,25 Miliar

Dita Angga R, Sindonews · Senin 23 Agustus 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459722 mendagri-sebut-anggaran-penanganan-stunting-di-jakarta-masih-rendah-sebesar-rp0-25-miliar-8Yd8RplrA6.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, rata-rata secara nasional, anggaran penurunan stunting di daerah sekira Rp 11,14 miliar. Tiga provinsi dengan alokasi tertinggi anggaran penurunan stunting adalah Kalimantan Tengah sebesar Rp64,95 miliar, Jawa Tengah Rp42,18 miliar, dan Papua Rp31,48 miliar.

Namun, Tito menyebut, ada juga daerah yang alokasi anggarannya masih rendah. Misalnya Papua Barat belum mengalokasikan anggaran spesifik soal stunting.

“Kemudian DKI Jakarta sebesar Rp0,25 miliar. Kemungkinan problema stuntingnya (DKI Jakarta) memang bukan menjadi problema yang besar. Bengkulu Rp0,35 miliar,” katanya dalam Rakornas Penurunan Angka Stunting, Senin (23/8/2021).

Tito berpesan, bagi daerah yang anggarannya masih rendah, sementara masalah stunting masih masif, agar betul-betul serius menjadikan program ini sebagai prioritas.

“Masukan ke APBD dalam jumlah yang cukup. Kami dari Kemendagri akan melakukan revisi anggaran dan akan betul-betul memelototi APBD bapak/ibu sekalian agar betul-betul menganggarkan dan membuat program-program penurunan stunting di daerah masing-masing,” ucapnya.

Baca Juga : Wapres Minta Daerah Petakan Program dan Anggaran Penurunan Stunting

Selain itu, mantan Kapolri itu menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada daerah yang telah menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program nasional penanganan stunting. Hal ini dibuktikan dengan pengalokasian anggaran stunting pada tahun anggaran tahun 2021.

“Tanpa dukungan dan keseriusan dari daerah, program nasional ini tidak akan berjalan secara maksimal. Pemerintah pusat tidak akan mampu bekerja sendiri. Selain memiliki kapasitas, pemda yang memahami situasi daerah masing-masing,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini