Kemenkes Klaim Harga PCR Indonesia Termurah Kedua di Asean

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Senin 23 Agustus 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459614 kemenkes-klaim-harga-pcr-indonesia-termurah-kedua-di-asean-2lNkwuk7zF.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim bila tarif PCR di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan beberapa negara lain. Hal itu terungkap usai pemerintah menetapkan standar harga pemeriksaan swab RT-PCR Rp494 ribu untuk di Pulau Jawa dan Bali dan Rp525 ribu diluar dua pulau itu.

"Kementerian Kesehatan menetapkan standar harga dalam pemeriksaan Swab RT-PCR di fasyankes sebesar Rp494.000 untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp525.000 untuk luar Pulau Jawa dan Bali dengan hasil pemeriksaan keluar maksimal 1x24 jam sejak pengambilan swab," tulis mereka dalam postingan di akun Instagramnya @kemenkes_ri, Sabtu (21/8/2021) lalu.

Baca Juga:  Kemenkes: Covid-19 Varian Delta Terdeteksi Tinggi di Aceh, Sumut hingga Papua

Penetapan harga itu sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Swab-RT PCR. Dalam surat itu terlihat penurun sebesar 45 persen dibandingkan harga sebelumnya.

Kondisi ini membuat harga RT-PCR di Indonesia menjadi yang termurah kedua di Asean setelah Vietnam. "Penetapan batasan tarif tertinggi ini berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dengan mempertimbangkan komponen jasa pelayanan, komponen bahan habis pakai dan reagen, komponen biaya administrasi, dan komponen biaya lainnya," katanya.

Dalam postingan itu terlihat Indonesia menerapkan harga PCR tes PCR sebesar Rp495 ribu. Nilai itu sedikit lebih mahal di bandingkan Vietnam sebesar Rp460 ribu. Sementara terhadap harga di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan Malaysia yang menerapkan Rp510 ribu.

Baca Juga:  Kemenkes: 80% Kasus Baru Covid-19 di Indonesia dari Varian Delta

Sementara di Filipina harga PCR diketahui berkisar Rp437 ribu-1,5 juta, Singapura sebesar Rp1,6 juta, serta harga di Thailand berkisar Rp1,3 - 2,8 juta.

"Harapannya dengan harga yang lebih terjangkau dapat meningkatkan pengujian (testing) kasus Covid-19 sebagai bagian dari kegiatan memutus mata rantai penularan Covid-19," terang si akun.

Penurunan harga di Indonesia sendiri berdasarkan atas permintaan sendiri dan tidak berlaku untuk kegiatan contact tracing atau rujukan kasus ke RS. Kebijakan ini berlaku mulai 17 Agustus 2021. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diimbau untuk mengikuti ketetapan tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini