Foto Penampakan Keindahan Blue Moon di Langit Indonesia hingga Italia

Tim Okezone, Okezone · Senin 23 Agustus 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459475 foto-penampakan-keindahan-blue-moon-di-langit-indonesia-hingga-italia-hkl6K4IbXH.jpeg Blue moon terlihat di Boyolali. (Foto: Antara)

JAKARTA - Fenomena blue moon terlihat di sejumlah wilayah di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Fenomena langka ini terjadi pada Minggu (22/8/2021) malam). Keindahannya pun berhasil diabadikan oleh warga dan fotografer profesional. 

Blue moon terlihat jelas di sejumlah wilayah di daerah di antaranya Boyolali, Jawa Tengah. Bulan ini terlihat jelas dan indah. 

Tidak hanya di Indonesia, blue moon atau bulan biru juga terlihat di langit Catania, salah satu kota Sisilia, Italia.

Blue moon di Boyolali. (Foto: Antara)

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang menjelaskan asal-usul historis istilah blue moon dan dua definisi yang berbeda mengenai Bulan Biru.

Pertama Bulan Biru Musiman yakni bulan purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali bulan purnama. 

Kedua adalah Bulan Biru bulanan, yakni bulan purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama.

Baca juga: BMKG: Pantai Jakarta Bisa Diterjang Tsunami Jika Gempa Besar Terjadi di Selat Sunda

Adapun asal-usul historis istilah ini dan dua definisinya sebenarnya masih simpang siur dan kebanyakan pihak menganggapnya sebagai kesalahan interpretasi.

Blue moon di Italia. (Foto: Reuters)

Banyak orang meyakini istilah 'Bulan Biru' yang dimaknai sebagai sesuatu hal yang terjadi sangat langka berasal dari ketika kabut asap dan abu vulkanik dari letusan gunung berapi mengubah Bulan menjadi berwarna kebiruan.

"Istilah ini sudah ada setidaknya sejak 400 tahun yang lalu dari penelusuran saat ini, yang mana seorang penutur ceirta rakyat berkebangsaat Kanada, Dr Philip Hiscock, mengusulkan bahwa penyebutan Bulan Biru bermakna bahwa ada hal yang ganjil dan tidak akan pernah terjadi," tulisnya dikutip dari akun Instagram LAPAN, Kamis (19/8).

Bulan Biru Bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi. Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi.

Sedangkan Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang dari pada Bulan Biru Bulanan -- dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Bulan Biru Musiman dan 456 Bulan Biru Bulanan.

Dengan demikian baik musiman maupun bulanan, Bulan Biru terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun.

"Fenomena ini akan terjadi kembali pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang." pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini