Cerita Mahfud MD saat Gus Dur Jadi Presiden: Indonesia Hebat Bisa Bersatu

Widya Michella, MNC Media · Senin 23 Agustus 2021 04:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 337 2459429 cerita-mahfud-md-saat-gus-dur-jadi-presiden-indonesia-hebat-bisa-bersatu-c1Xhi90kqG.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD menyaimpakan titik sejarah saat Abdurahman Wahid atau dikenal dengan Gusdur menjadi presiden RI ke 4. Dimana Gusdur dianggap sebagai pemersatu bangsa Indonesia dari perpecahan partai politik di tahun 1999.

"Indonesia hebat bisa bersatu ketika semua khawatir Indonesia akan pecah tapi Indonesia bersatu disitu muncul gusdur sebagai pilihan tengah. Gusdur berhasil menyatukan lintas kekuatan semua partai masuk ke dalam koalisi pemerintahannya,"jelas Mahfud dalam peringatan haul Gus Dur ke 12 Hijriyah secara virtual, Minggu,(22/08/2021).

Ia menceritakan pada tahun 1999, kelompok PDIP dengan yang suara sebesar 34% bersikukuh agar Megawati menjadi presiden. Namun disisi lain parpol yang tidak menang pemilu dan dalam tergabung kelompok menginginkan Habibie menjadi presiden sehingga terjadi tindakan ancam mengancam sesama parpol.

"Disitulah gusdur muncul kalau begitu jalan tengah nya Gusdur. Habibie setelah pertanggungjawaban ditolak oleh MPR tapi akhirnya pilihan yang paling aman adalah Gusdur. Disini terlihat orang tidak terlalu suka ekstrem merah kalau hijau juga tidak suka. Kalau nilai dasar pejuangan boleh merah tetapi disitu tidak boleh ada garis yang bertentangan di titik ekstrem yang jauh,"paparnya.

Di era Gusdur pun kebudayaan islami mulai terlihat dan menjadi kebiasaan yang tercermin dari budaya serta perilaku masyarakat Indonesia secara luas.

"Indonesia kata gusdur bukan negara islam tapi hidupnya harus islami beda negara Islam dan sifat islami. Gusdurpun memiliki hubungan mendalam tentang hubungan negara dan agama di Indonesia dalam memperjuangkan Islam sebagai substansi atau nilainya seperti kemanusiaan, kejujuran, anti korupsi, pemimpin yang sidik, amanah, Fatonah,"urainya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini