Share

Hentikan Laju Covid-19 di Boyolali, Panglima TNI: Semua Elemen Harus Kerja Keras

Tim Okezone, Okezone · Minggu 22 Agustus 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 22 337 2459236 hentikan-laju-covid-19-di-boyolali-panglima-tni-semua-elemen-harus-kerja-keras-vymJNovKCE.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.(Foto:Dispen TNI)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahjanto S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si,dan Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., melanjutkan peninjauan serbuan vaksinasi, mengecek kesigapan Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas menggunakan aplikasi silacak dan inarisk serta memberikan Bantuan Sosial bagi masyarakat ke Kabupaten Boyolali Jawa Tengah pada Minggu (22/8/2021).

Tiba di lokasi, Panglima TNI, Kapolri dan Menkes langsung meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi dengan target 3500 dosis dengan sasaran vaksinasi Buruh / Karyawan Pabrik, Masyarakat Umum dan Ormas PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama), dengan jumlah vaksinator 85 orang yang terdiri dari, 14 vaksinator TNI, 10 vaksinator Polri, 26 vaksinator Dinkes dan 35 Relawan Nakes.

"Bagaimana Bapak, semangat untuk di vaksin hari ini ya, ajak teman dan keluarga yang belum di vaksin untuk segera melaksanakan vaksin," Ungkap Panglima TNI kepada masyarakat yang melaksanakan Vaksin.

Baca Juga: Percepat Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir Ingin Masyarakat Indonesia Sehat

Panglima TNI juga menyampaikan kepada masyarakat yang sedang melaksanakan vaksin, walaupun sudah divaksin bukan berarti kebal terhadap virus covid-19, oleh karena itu harus tetap menjaga disiplin protokol kesehatan.

Kemudian Panglima TNI, Kapolri dan Menkes meninjau aplikatif dari aplikasi Inarisk dan Silacak yang diawaki oleh 4 Pilar yang bertugas sebagai petugas yang melakukan tracing dilapangan.

Saat ini Positivity rate di Kabupaten Boyolali sebesar 24,24 % dengan tingkat tracing kontak erat hanya sebesar 2,35. Tentunya untuk menghentikan laju perkembangan Covid-19 saat ini diperlukan kerja keras dan keseriusan dari setiap pihak terkait.

"Menyikapi hal tersebut, Tracing kontak erat harus terus dilaksanakan di Boyolali. Dari kasus konfirmasi akan dilaksanakan perawatan di Isoter (Isolasi Terpusat), tidak di Isoman sehingga terpantau kondisi, dan obat-obatannya," Tegas Panglima TNI.

"Setiap elemen di Boyolali harus serius, walau lelah harus tetap semangat untuk melaksanakan tracing kontak erat dan menjaga masyarakat dari Covid-19. Perkuat Isolasi Terpusat agar saudara-saudara kita dapat kita pantau perkembangan kesehatannya," Tegas Panglima TNI.

"Dandim dan Kapolres siapkan tim IT untuk input data kasus konfirmasi, biarkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus membantu petugas kesehatan dilapangan, karena saya lihat data kasus konfirmasi positif naik terus," Tegas Panglima TNI.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini