Profil Letjen TNI (Purn) Kuntara, Jenderal Keturunan Tionghoa dengan Prestasi Mentereng

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 21 Agustus 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 337 2458859 profil-letjen-tni-purn-kuntara-jenderal-keturunan-tionghoa-dengan-prestasi-mentereng-aWdLlogSEW.jpg Foto: IG @penkopassus

Mendengar pembajakan tersebut, Presiden Suharto memanggil Kapusintelstrat, L.B. Murdani ke Cendana. L.B. Murdani memerintahkan Asisten Operasi Kopassandha, Letkol Sintong Pandjaitan untuk membuat rencana operasi pembebasan dengan 35 personel. Satu pesawat berjenis sama, Douglas DC-9, dipinjam untuk latihan singkat di hangar Garuda, sebelum berangkat ke Thailand.

Singkat cerita, pada 31 Maret 1981 atau tepat 40 tahun silam, sinyal hijau diberikan untuk menjalankan operasi pada hari keempat penyanderan. Grup-1 Para Komando (cikal bakal Detasemen-81 Gultor Kopassus) membuat tiga tim yang akan menerobos pintu samping dengan memanjat sayap pesawat, sementara satu tim lainnya lewat pintu belakang.

Dalam waktu singkat, tiga tim Kopassandha mendobrak pintu samping serta belakang. Merekka melumpuhkan para anggota Komando Jihad yang menyandera di dalam pesawat.

Aksi pasukan baret merah ini pun langsung mendapat pengakuan dunia internasional. Bahkan, Kopassandha disejajarkan dengan pasukan elite dunia seperti GSG 9 (Jerman) dan Mossad (Israel).

Surat kabar The Asian Wall Street Journal, tak segan menyematkan keberhasilan “Operasi Woyla”, 31 Maret 1981 di headline mereka.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini