PBNU Imbau Masyarakat Jangan Khawatir Terkait Taliban

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 20 Agustus 2021 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 337 2458692 pbnu-imbau-masyarakat-jangan-khawatir-terkait-taliban-Eh4bu6UiDY.jpg Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani (Foto: Widya Michella)

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Abdul Manan Ghani mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak khawatir terkait Taliban menguasai Afghanistan. Sebab, Taliban berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang terbuka saat berdialog dengan PBNU dua tahun lalu.

"Saya kira jangan terlalu khawatir dengan Taliban, kita masih harus melihat satu bulan ke depan. Bagaimana Taliban membangun kekuasaan dan sesuai apa yang dikomunikasikan kepada kita bahwa Taliban akan membentuk pemerintahan yang terbuka dengan menerapkan hak-hak asasi manusia seperti dulu," kata Abdul dalam Webinar "Dampak Kemenangan Taliban Terhadap Indonesia", Jumat (20/8/2021).

Baca Juga:  BIN Deteksi Dini Kelompok Teroris yang Miliki Kedekatan Ideologis dengan Taliban

Ia menambahkan, NU dengan Taliban dari sisi tokoh agama dan keyakinan memiliki teologi yang sama yaitu teologi Asy'ariyah dan Maturidiyah serta berpaham hanafi. Waktu ia diminta oleh PBNU untuk berkomunikasi dengan Taliban saat ke Jakarta dari Qatar, Taliban berkeinginan kelak berkuasa akan menjadi pemerintahan yang terbuka dan menjalin hubungan dengan siapa saja termasuk dengan Indonesia yang lebih dekat dalam sisi teologi keislamannya.

"Ketika Taliban berkunjung ke PBNU yang disampaikan itu sesungguhnya ingin peralihan pemerintahan perdamaian dengan penguasa Ashraf Ghani. Yang diinginkan setidaknya mereka ajukan ada tiga: Pertama bahwa stempel, Taliban sebagai teroris harus dihilangkan, karena kami ini Bukan teroris bukan ISIS bukan Al-Qaeda," urainya.

Baca Juga:  Ini Total WNI yang Berhasil Dievakuasi dari Afghanistan, Ada WN Filipina Juga

Kedua, Amerika Serikat (AS) harus pergi dari Afganistan, di mana Taliban ingin menentukannya sendiri dan membangun pemerintahan bersama-sama dan ketiga, menginginkan pemerintah Ashraf Ghani mengakomodir kepada Taliban sehingga terjadi perdamaian.

"Ternyata tidak sampai tiga bulan karena memang di provinsi-provinsi itu masih banyak Taliban yang berkuasa. Harapan kita, Taliban yang penting bisa mengendalikan kelompok kelompok lain termasuk Al-Qaedah atau ISIS, maka sesungguhnya apabila bisa mengendalikan kelompok itu dari perspektif keagaman, dengan teologi Ahlussunnah wal Jama'ah dan Mazhab Hanafi yang penting tidak direcokin oleh kekuatan-kekuatan kepentingan tadi," harapannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini