Share

Soal Sumbangan Rp2 Triliun, Tim yang Periksa Kapolda Sumsel Bakal Menghadap Kapolri

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 20 Agustus 2021 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 337 2458639 soal-sumbangan-rp2-triliun-tim-yang-periksa-kapolda-sumsel-bakal-menghadap-kapolri-MlvhVvF8Og.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim internal Mabes Polri yang terdiri dari Propam Polri dan Itwasum Polri rampung melakukan pemeriksaan terhadap Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel). Pemeriksaan tersebut terkait sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.

"Itwasum sudah kembali dari Sumsel dalam meminta keterangan di Polda Sumsel. Kemudian, tim Propam juga sudah kembali Paminal," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga:  Hasil Pemeriksaan Kapolda Sumsel Terkait Sumbangan Rp2 Triliun Diserahkan ke Kapolri

Saat ini, kata Argo, Itwasum maupun Propam Polri sedang menyusun laporan-laporan terkait sejumlah fakta yang diketemukan saat melakukan pemeriksaan internal terkait dengan sumbangan Rp2 triliun tersebut.

Argo menyebut, laporan akhir itu nantinya akan diserahkan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yang selanjutnya, bakal menjadi masukan untuk keputusan selanjutnya.

"Tentunya, nanti setelah dari Itwasum menyusun laporan, nanti akan diberikan ke bapak Kapolri. Dari Paminal nanti dikirim. Tadi ketemu Kadiv Propam sedang dibuat, biar nanti hasil dari riksa itu nanti diajukan ke pak Kapolri," ujar Argo.

Diketahui, tim internal Mabes Polri yang terdiri dari Itwasum Polri dan Paminal Propam Polri masih terus melakukan pemeriksaan atau klarifikasi terhadap Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri. Terkait Rp2 triliun, Kapolda Sumsel telah meminta maaf kepada masyarakat RI karena kegaduhan sumbangan tersebut terjadi akibat kurang hati-hati.

Baca Juga:  Ini Daftar 'Prank' di Berbagai Era Presiden, Mulai dari Soekarno hingga Jokowi

Secara paralel, Polda Sumsel juga melakukan penyelidikan terhadap sumbangan yang awalnya ingin diperuntukan guna penanganan Covid-19 tersebut. Namun, saat hendak mencairkan ke Bank, ternyata saldo tidak mencukupi.

Sebab itu, polisi melakukan penyelidikan. Dalam prosesnya, aparat telah memeriksa lima orang saksi dan akan meminta keterangan dari ahli terkait.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini