Ketika Ulama Besar Turki Mengenalkan Agama Islam kepada Raja Brawijaya V

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 20 Agustus 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 337 2458116 ketika-ulama-besar-turki-mengenalkan-agama-islam-kepada-raja-brawijaya-v-z2XNVFAGPv.jpeg Raja Brawijaya V (foto: sangpencerah.id)

RAJA BRAWIJAYA V atau Bre Kertabhumi diketahui raja Majapahit terakhir. Ia naik tahta menggantikan ayahnya yang bernama Prabu Bratanjung. Raja Brawijaya V diketahui memeluk agama Hindu. Namun, ia pernah menyatakan akan memeluk agama Islam, saat menjamu tamunya Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Raja Cermain di Istana Majapahit saat masih berkuasa.

Kedua tamunya itu datang untuk mengenalkan agama Islam kepadanya, dalam rombongan itu ada Dewi Sari, putri Raja Cermain yang cantik jelita. Mendengar penjelasan para tamunya, Brawijaya V pun bersedia menjadi mualaf asalkan bisa menikahi Dewi Sari yang berwajah cantik dan elok.

Baca juga:  Siapa Brawijaya, Nama Raja atau Gelar di Majapahit?

Melihat Dewi Sari, Prabu Brawijaya V terpesona pandangan matanya tertuju kepada Dewi Sari yang mengenakan kerudung. Sehingga pengetahuan mengenai Islam yang disampaikan Syekh Maulana Malik Ibrahim hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.

Syekh Maulana Malik Ibrahim ketika itu langsung menasihati Raja Majapahit tersebut agar mengurungkan niatnya menjadi pemeluk Islam.

"Tuan Prabu Brawijaya, dalam agama Islam terdapat suatu ajaran dilarang mencampuradukkan antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah). Kami justru merasa kasihan dengan prabu jika dalam memeluk Islam merasa terpaksa lantaran berkeinginan dapat mengawini Dewi Sari, " kata Syekh Maulana Malik Ibrahim seperti dikutip dalam buku "Brawijaya Moksa, Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Wawan Susetya".

 Baca juga: Kisah Bhrawijaya V yang Misterius, ke Gunung Lawu, Moksa atau Dimakamkan di Trowulan

"Biarlah kami berdakwah kepada siapa saja yang mau menerima agama Islam dengan tulus dan ikhlas, " jelas Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Lalu rombongan ulama besar asal Turki itu akhirnya pamit pergi meninggalkan Majapahit tanpa membawa hasil. Upaya untuk mengislamkan Prabu Brawijaya V ini pun juga dilakukan keluarganya sendiri mulai dari permaisurinya, Ratu Dewi Dwarawati yang merupakan seorang muslimah hingga anak-anaknya sendiri dan para selirnya yang beragama Islam.

Sang permaisuri Ratu Dewi Dwarawati yang mempunyai anak Ratu Ayu Handayaningrat, Dewi Chandrawati, Raden Jaka Peteng, Raden Gugur (Sunan Lawu Argopura) dan Panembahan Brawijaya Bondhan Surati selalu berulang kali mengajak Brawijaya V untuk memeluk Islam tapi selalu gagal.

Bahkan menantu sang raja yang tergolong ulama besar Raden Rahmat alias Sunan Ampel (suami Dewi Chandrawati) juga tak mampu meluluhkan ketegaran Brawijaya V untuk mempertahankan agama lamanya. Selain itu ulama besar dari Bukhara (Rusia Selatan) Syekh Jamaluddin Jumadil Kubra juga pernah mencoba berdakwah kepada sang Raja Majapahit, namun tetap saja tak berhasil.

Termasuk upaya yang dilakukan putra mahkotanya sendiri Raden Arya Damar (Adipati di Palembang) yang juga gagal mengislamkan Brawijaya V, adalah Pangeran Jimbun alias Raden Patah anak Brawijaya V dari selir Dewi Kian yang sangat peduli terhadap ayahandanya.

Raden Patah juga kerap berdakwah kepada kanjeng Ramanya tetapi tetap saja berulang kali mengalami kegagalan. Konon ketegaran Prabu Brawijaya juga disebabkan saktinya dua penasihatnya Sabda Palon dan Naya Genggong yang selalu mendampinginya dan mencegahnya untuk masuk Islam. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini