Share

Dorong Indonesia Masuk ke Anggota FATF, Mahfud MD: Agar Sejajar dengan Negara Maju

Riezky Maulana, iNews · Kamis 19 Agustus 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 337 2457858 dorong-indonesia-masuk-ke-anggota-fatf-mahfud-md-agar-sejajar-dengan-negara-maju-VOntM1FHjW.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: istimewa)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menekankan pentingnya Keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF). Menurutnya, hal itu akan meningkatkan persepsi positif terhadap sistem keuangan di Indonesia.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan satu-satunya negara G-20 yang belum menjadi anggota tetap FATF. Hai ini dikatakannya selaku Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di acara peluncuran Penilaian Resiko Indonesia 2021, Kamis (19/8/2021).

"Akan memperkuat confidence dan trust terhadap Indonesia dalam bisnis internasional dan iklim investasi di Indonesia. Dengan demikian, reputasi Indonesia akan dapat sejajar dengan negara-negara maju. Indonesia merupakan satu-satunya negara anggota G-20 yang belum menjadi negara anggota FATF," jelas Mahfud.

Lebih jauh dipaparkan Mahfud, penilaian Risiko Indonesia Tahun 2021 juga diharapkan menjadi dasar dalam pengambilan arah, kebijakan, dan langkah strategi nasional dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU, Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM).

Dia menjelaskan, langkah maju Indonesia dalam menanggulangi pencucian uang telah ditinjau oleh FATF berdasarkan hasil Mutual Evaluation Review (MER) Indonesia melalui APG di Gahun 2018. Laporan MER tersebut mengukur tingkat kepatuhan Indonesia terhadap 40 Rekomendasi FATF dan tingkat efektivitas sistem anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme sesuai dengan rekomendasi FATF.

Baca juga: Sri Mulyani Sayangkan Indonesia Satu-satunya Negara G20 Belum Join FATF

Hal tersebut ditunjukkan oleh skor hasil penilaian Basel AML Index Indonesia yang pada tahun 2018 tercatat sebesar 5,73, turun menjadi 4,62 angka indeks pada tahun 2020. Menurut dia, besarnya penurunan dalam skor risiko pencucian uang di Indonesia terutama didorong oleh kemajuan yang signifikan dalam penilaian MER APG selaku regional bodies FATF di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Mahfud MD : Saya Setuju Kritik Itu Vitamin, Orang Harus Diberi Kebebasan Mengkritik

"Momentum baik ini, mari kita manfaatkan dengan memperkuat sinergi dan koordinasi nasional yang terkonsolidasi, untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU, TPPT, PPSPM di Indonesia, sehingga menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan di Indonesia,”pungkasnya.

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini