Share

Menag: 61,7% Masyarakat Percaya Informasi Covid-19 Lewat Tokoh Masyarakat

Widya Michella, MNC Media · Rabu 18 Agustus 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 337 2457406 menag-61-7-masyarakat-percaya-informasi-covid-19-lewat-tokoh-masyarakat-nc9oZ3crue.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Widya Michella)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, berdasarkan survei literasi digital Indonesia ditemukan 61,7 persen masyarakat Indonesia mendapat informasi atau meyakini informasi terkait pandemi dan vaksinasi Covid-19 yang disampaikan tokoh masyarakat.

Hal tersebut menunjukkan tokoh agama ini menjadi sentral posisinya dalam menyukseskan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 Bertambah 15.768, Berikut Sebaran di 34 Provinsi

Lalu, temuan survei Balitbang Kemenag tahun 2020 juga menunjukkan sebesar 37,16 persen tokoh agama dianggap masyarakat sebagai sumber informasi yang paling bisa dipercaya untuk menjelaskan terkait Covid-19 dan vaksinasi.

"Jadi, saya kira kalau angka-angka ini benar sebagaimana yang ada di laporan Ini menandakan peran tokoh agama sangat penting dalam penanganan pandemi ditengah membanjirnya informasi dan narasi tentang pandemi Covid yang seringkali membingungkan terutama di grup-grup WA itu yang sering ngawur," urai Menag Yaqut dalam Webinar Kebangsaan Lintas Agama "Posisi Sentral Pemuka Agama dalam Mendorong Umat Menyukseskan Penanggulangan Covid-19" Rabu (18/8/2021).

Ia berharap tokoh agama mampu dan bersedia untuk terus-menerus memberikan pencerahan dan menaruh kepercayaan pada esensi ajaran agama dan bukti-bukti ilmiah kesehatan untuk menyampaikan kepada umatnya masing-masing.

"Jadi, kalau orang bilang di vaksin itu 2 tahun setelah divaksin meninggal, orang tidak percaya virus Covid-19 ini tidak ada, konspirasi nah saya kira tugas tokoh agama untuk menjelaskan dan mempercayai bukti-bukti ilmiah dalam kesehatan itu juga anjuran dari agama," urainya.

Baca Juga:  Nakes Diduga Rekayasa Form Data Covid-19 Pasien, RSU Tangsel Akui Ada Kelalaian

Sebagai tokoh agama, lanjutnya berkewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya, menjadi teladan dan senantiasa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan (prokes).

"Selain itu, penting untuk mengajak umat untuk terus berbagi menggalang solidaritas guna meringankan masyarakat lain yang membutuhkan. Semoga apa yang kita lakukan dan kita berikan kepada mereka bisa sedikit mengurangi penderitaan," harapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini