Sebut Korupsi Musibah bagi Indonesia, Ini Penjelasan Mahfud MD

Riezky Maulana, iNews · Rabu 18 Agustus 2021 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 337 2457072 sebut-korupsi-musibah-bagi-indonesia-ini-penjelasan-mahfud-md-S21ykVQgEY.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut korupsi adalah musibah untuk bangsa Indonesia. Namun, Mahfud mengaku ada yang tidak setuju dengan pernyataannya menganggap korupsi sebagai musibah.

Mereka yang menyanggah menganggap musibah adalah hal buruk yang dilimpahkan Tuhan, seperti bencana atau kematian. Padahal, Mahfud menjelaskan, dalam ayat suci musibah berarti hal yang mengakibatkan sakit, penderitaan, sakit, dan kesulitan.

"Indonesia mendapat musibah karena korupsi. Ada yang membantah musibah bukan itu. Musibah itu apa yang dilimpahkan oleh Tuhan. Misalnya bencana, kematian. Enggak bisa. Kalau musibah menurut ayat suci, itu apa yang kamu ciptakan dan yang diberikan oleh Tuhan yang menyebabkan penderitaan, sakit, kesulitan. Itu namanya musibah," tutur Mahfud dalam Instagram Live dengan Vj Daniel Mananta, Selasa (17/8/2021).

Ia mencontohkan kenapa menyebut korupsi adalah musibah. Saat masa Orde Baru, kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) membuat Indonesia hancur. Karena itu, Mahfud meminta generasi muda agar tidak serakah.

Baca Juga : Mahfud MD Kenakan Pakaian Adat Bugis-Makassar di Upacara HUT RI

"Ketika kita membangun reformasi itu mengatakan Indonesia hancur karena ada musibah, musibahnya apa? KKN kan begitu dulu. Ini yang masih menjadi masalah di tempat kita ya," ujarnya.

"Sehingga anak-anak jangan serakah, mari kita jujur terhadap hak-hak orang lain, negara ini milik kita bersama. Sehingga tidak boleh ada orang yang merasa harus dapat lebih dari yang lain," tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini yakin Indonesia dapat menjadi negara yang disebut Indonesia emas. Menurutnya, Indonesia emas adalah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Dari sekarang kalau kita ingin betul negara ini masuk ke Indonesia emas itu pertama keadlilan itu sekarang betul-betul ditata. Karena kalau keadilan tidak diperbaiki terus korupsi merajalela itu gilanya gimanapun tuh pecah," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini