Share

Risma Siapkan Rusun untuk PMKS dengan Harga Sewa Rp10 Ribu per Bulan

Widya Michella, MNC Media · Rabu 18 Agustus 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 337 2457040 risma-siapkan-rusun-untuk-pmks-dengan-harga-sewa-rp10-ribu-per-bulan-b1u1Pr9n5J.jpg Mensos Tri Rismaharini. (MNC Portal)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya menyiapkan hunian bersubsidi untuk masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Nantinya, masyarakat PMKS dapat tinggal di hunian rumah susun (rusun) dengan harga sewa Rp10 ribu per bulan.

Hunian bersubsidi yang bekerja sama dengan Kementerian PU ini akan dibangun 6 blok rusun pada tahun 2022 yang berada di Medan, Solo, Makassar, Padang, Palembang, dan Jakarta.

"Saat ini kita bangun 2 rusun tahun ini ada 1 blok di Bekasi isinya ada 100 RT kemudian satu blok di Jakarta 100 rumah tangga. Sewanya 10 ribu perbulan nanti listrik mereka bayar sendiri itu hanya sewa untuk operasional gedung," ujar Mensos di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Untuk kriterianya, ia menambahkan akan dilakukan pendataan survei agar tetap sasaran. "Ukurannya 27 M2 satu kamar jadi itu untuk ada yang tinggal di kolong jembatan kemudian yang tidur di gerobak atau tidur di tempat-tempat yang memang tidak layak. Kita sebetulnya sudah punya datanya dan punya teman-teman yang mengerti siapa-siapanya," tuturnya.

Selain itu, hunian bersubsidi ini diberikan agar nantinya PMKS lebih mudah mendapat akses bantuan pemerintah dengan data kependudukan.

"Kalau misalkan dia bisa ditempatkan di rumah susun maka dia punya alamat dan agar mereka bisa mendapatkan identitas kemudian mereka bisa mengakses kan bantuan atau layanan dari pemerintah. Tapi nanti ke depan kita ajarkan mereka untuk pemberdayaan bukan hanya menerima Bansos supaya kapasitas keuangannya lebih besar lagi," ujar Mensos.

Baca Juga : Risma Tegaskan Beras Bansos yang Kualitas Buruk Langsung Diganti

Sebelumnya, Mensos Risma menyebut rusun yang akan dibangun berada di lokasi lahan Balai Karya, Pangudi Luhur, Bekasi, dan di lahan Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Jakarta.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini