Bicara soal Pembangunan, Prabowo Subianto Sebut Indonesia Harus Lihat China

Felldy Utama, iNews · Senin 16 Agustus 2021 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 337 2456575 bicara-soal-pembangunan-prabowo-subianto-sebut-indonesia-harus-lihat-china-D5LQ2NmWQ3.jpg Prabowo Subianto mengatakan China berhasil mengatasi kemisikinan. (Foto/Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyinggung soal tantangan pembangunan ke depan. Menurutnya, Indonesia bisa melihat cara China yang mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat di abad 21 ini.

Prabowo pun menyebut China sebagai salah negara yang memiliki kekuatan besar di Indo-pasifik. Menurutnya, Indonesia bisa menjadikan negeri Tirai Bambu itu sebagai rujukannya.

Baca juga: Prabowo Sebut Taat Protokol Kesehatan dan Ikut Vaksinasi Merupakan Wujud Bela Negara

"Kalau bicara indo-pasifik, mau tidak mau kita harus lihat ke Tiongkok (China). Mau tidak mau. Kita lihat Tiongkok telah melakukan pembangunan yang hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah manusia," kata Prabowo dalam pidato kebangsaan dalam rangka memperingati ulang tahun CSIS ke-50 tahun, yang digelar secara daring, Senin (16/8/2021).

Foto/MPI

Menurut Prabowo, China telah berhasil menghilangkan kemiskinan dalam satu generasi. Prabowo menjelaskan 40 tahun lalu kemiskinan di China hingga 99 persen.

Baca juga: Ketika Prabowo Cerita Keluarganya Pernah Berseberangan dengan Bung Karno

"In one generation, dalam satu generasi mereka membalikkan piramida itu 1 persen di bawah garis kemiskinan, 99 persen keluar dari situ," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Bertemu dengan Menhan China Bahas Covid-19 hingga Keamanan

Kendati menjadikan China sebagai rujukannya, Prabowo menyebut, untuk bisa seperti itu, Indonesia tidak harus memiliki ideologi yang sama dengan China. Mungkin, kata Prabowo, ideologi yang dianut Cina tidak cocok dengan Indonesia.

"Tapi, saya katakan tadi ideologi apa pun ujungnya-ujungnya adalah bisa enggak memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Kalau kita datang ke ujung Indonesia kalau kita hanya bicara Pancasila, Pancasila, Pancasila, tapi dia susah makan, dia nggak ada obat, dia telanjang, boro-boro berfikir Pancasila, dia mencari makan untuk besok dan lusa. Ini saya kira tantangan bagi kita semua," pungkasnya.

(wdi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini