Jerinx Akhirnya Mau Divaksin, Epidemiolog Berharap Diikuti Para Pengikutnya

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 16 Agustus 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 337 2456033 jerinx-akhirnya-mau-divaksin-epidemiolog-berharap-diikuti-para-pengikutnya-BN1CFwiqoc.jpeg Jerinx SID saat tiba di Polda Metro Jaya. (Foto: Erfan Maaruf)

JAKARTA - Musikus I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya bersedia mengikuti vaksinasi Covid-19. Ia disuntik vaksin merk Sinovac. Sebelum akhirnya “melunak”, pria asal Bali tersebut menganggap virus corona adalah hasil konspirasi elite global. 

Merespons itu, Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan vaksinasi Covid-19 akan bermanfaat bagi diri Jerinx agar terhindar dari virus corona. Dicky pun memungkinkan bila perubahan sikap drummer band rock Superman Is Dead (SID) itu akan diikuti pengikutnya.

"Tentu akan bermanfaat bagi yang bersangkutan. Mungkin sebagian kecil akan ada yang melihat ya pengikutnya," ujar Dicky melalui sambungan WhatsApp, Minggu (15/8/2021).

Namun demikian, Dicky berpendapat keberadaan influencer yang tidak memiliki kompetensi dalam urusan kesehatan di masa pandemi, tidak akan berdampak besar kepada masyarakat. Di era sekarang, yang memiliki pengaruh besar adalah tokoh di bidang kesehatan hingga tokoh politik seperti Presiden ataupun kepala daerah.

"Bicara Influencer dalam masa pandemi ini yang terbukti berpengaruh itu tokoh kesehatan dan tokoh politik seperti Presiden maupun kepala daerah. Itu dalam riset yang sangat berpengaruh. Sehingga adanya artis atau pun ini ya hanya sebagai penggaet orang yang mau mendengarkan dia, mau memfasilitasi pesan-pesan itu, tapi secara umum dia enggak bisa terlalu mempengaruhi orang," tutur Dicky. 

Baca juga: Upaya Damai Jerinx-Adam Deni Gagal, Polisi Bakal Adakan Mediasi Lanjutan

Dicky melihat fenomena perubahan sikap seseorang dalam melihat pandemi Covid, sebenarnya tidak hanya terjadi pada publik figur, tetapi juga pada masyarakat umum. Apalagi mereka yang pernah merasakan langsung ditinggalkan orang tersayang karena ganasnya virus corona ini. 

"Fenomena perubahan sikap ini banyak terjadi, tidak hanya terjadi pada publik figur, tapi pada umumnya orang ketika sudah melihat orang terdekatnya meninggal dan terus dia alami sendiri, nah inilah yang berpengaruh pada situasi pandemi ini," pungkas Dicky. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini