Kabar Baik, Presiden Jokowi Sebut Vaksinasi Capai 1,6 Juta Dosis Per Hari

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 15 Agustus 2021 23:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 337 2456019 kabar-baik-presiden-jokowi-sebut-vaksinasi-capai-1-6-juta-dosis-per-hari-zwk9TVNp6s.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa kabar baik, vaksinasi nasional telah mencapai angka 1,6 juta suntikan dalam sehari. Kendati demikian, Jokowi meminta agar jumlah vaksinasi harian terus ditingkatkan.

"Saya minta vaksinasi harian terus dipercepat, dan saat ini, vaksinasi harian kita sudah mencapai 1,6 juta per hari," kata Presiden Jokowi melalui akun YouTube milik Sekretariat Kabinet RI, Minggu (15/8/2021).

Percepatan vaksinasi harian tersebut menjadi salah satu langkah memutus mata rantai penyebaran virus corona. Presiden bersyukur tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit secara nasional, saat ini sudah mulai mengalami penurunan.

"Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen. Di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, di Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen," kata Jokowi.

"Juga BOR di Wisma Atlet yang juga sudah turun di angka 19,64 persen. Secara nasional, BOR nasional kita berada di angka 48,14 persen," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi Bersyukur Keterisian Tempat Tidur RS Pulau Jawa Alami Penurunan

Di sisi lain Kepala Negara juga meminta agar dilakukan isolasi terpusat yang memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Demikian juga dengan pengetesan dan penelusuran kasus konfirmasi positif Covid-19 yang diminta untuk terus ditingkatkan.

"Seminggu terakhir, saya melihat angka testing kita berkisar di antara 130 ribu sampai 140 ribu dan untuk indikator tracing kita di antara 5 sampai 7. Meskipun ini masih berada di kategori sedang, tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan," ungkapnya. 

"Testing harus terus diperbanyak agar kita mengetahui mereka yang terpapar sehingga segera bisa ditangani dan tidak menularkan kepada orang lain," pungkasnya. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini